Uang Jasa Belum Dibayar, Perawat RSUD Ternate Boikot Pelayanan
Ternate – Puluhan tenaga kesehatan yang terdiri dari, pegawai, perawat dan bidan RSUD Chasan Boesoirie Ternate melakukan aksi boikot pelayanan rumah sakit, Dalam aksi kalinya ini, mereka kembali mempertanyakan kepada pihak menajemen rumah sakit dan pemerintah provinsi Maluku Utara terkait hak-hak mereka yang belum terbayar selama beberapa bulan terakhir.
“Persoalannya karena sampai hari ini tidak ada penyelesaian, untuk itu kami minta klarifikasi kepada pihak manajemen rumah sakit dan pemerintah provinsi kapan ini dituntaskan. Kami meminta segera bayar jasa-jasa yang tertunggak, di antaranya BPJS, jasa umum, serta honor dan kontrak,” kata Irvan, salah satu peserta aksi.
Ia mengatakan, pihaknya khawatir bila hal tersebut tidak dituntaskan, hak-hak itu akan diputihkan seperti yang terjadi pada 2012 dan 2013 silam.
Akibat aksi ini, pelayanan kesehatan di rumah sakit sempat terganggu. Akibat dari para massa aksi melakukan pemboikotan pelayanan.
Sementara itu Direktur RSUD Chasan Boesoerie Ternate dr. Syamsul Bahri mengakui adanya sejumlah tunggakan tersebut.
Namun anehnya, setelah di tanyai soal seputar persoalan ini,mala direktur RSUD chasan bosorie Syamsul kembali menyebut wartawan bodoh sehingga tindakan direktur RSUD ini di angap melecehkan profesi wartawan.
Sementara itu dari pengamatan Deliknews.com dengan kejadian ini aktivitas pelayanan terganggu sehingga sebagian masyarakat yang memerlukan pengobatan terpaksa dialihkan ke kota terdekat seperti kota Manado.
Disisi lain menurut informasi aksi tersebut akan terus berlanjut hingga proses pembayaran uang jasa usai di bayarkan. (Els)

Post a Comment