Header Ads

TNI AU Cegat Penerbangan Nam Air

siwalimanews.com
TNI AU Cegat Penerbangan Nam Air

Tuesday, 13 December 2016

Belum Penuhi Syarat Administrasi TNI AU Cegat Penerbangan Nam Air

Ambon - Lantaran belum memenuhi salah satu syarat admi­ni­strasi, Pesawat Nam Air boeing 737 yang baru membuka rute Ambon-Ma­nado, Minggu (11/12) di cegat oleh pener­ba­ngannya oleh Lanud Patti­mura.

Pesawat yang baru mu­lai melayani rute Ambon-Manado dengan memuat sekitar 100 penumpang ini sesuai jadwal harus take off pada pukul 18.55 WIT, namun lantaran belum memenuhi salah satu syarat dalam membuka rute baru se­hingga keberangkatannya ditunda hingga pukul 21.30 WIT.

Pihak maskapai dan crew pesawat akhirnya harus bertatap muka dan melakukan koordinasi dengan pihak Lanud Pattimura guna membicara­kan hal tersebut. Jika tidak maka penerbangan akan dibatalkan.

Kepada Siwalima, Senin (12/12) Komandan lanud Pattimura Kol Pnb Aldrin Petrus Mongan yang dikonfir­masi membenarkan hal tersebut.

Namun ia hendak menjelaskan secara rinci apa syarat yang tidak dipenuhi oleh pihak maskapai se­hingga penerbangan ditahan seben­tar sebelum diselesaikan secara baik dan benar.

“Tadi malam (Minggu-red) sudah berangkat meskipun agak terlambat. Kita hanya mengambil waktu saat mendarat dan kita ajak sema teman-teman sampaikan hal itu masalah pembukaan rute. Karena sudah ada ketentuan dan mekanisme bersama dan untuk bandara-bandara yang ada angkatan udara harus ada koordinasi dan komunikasi dengan pangkalan udara. Jadi karena rute baru ada syarat administrasi yang harus dipenuhi,” tandas Danlanud di sela-sela pelaksanaan bakti sosial kesehatan Lanud Pattimura.

Menurutnya, setelah dilakukan koordinasi dan syarat itu dipenuhi langsung penerbangan dibolehkan.

“Kita sudah koordinasi sebelum­nya tetapi mungkin belum ideal soal proses dan lain tetapi saya pikir itu normal dan wajar tentunya semua kita carikan solusi tanpa harus melewatkan aturan dan kepentingan lain apalagi melanggar ketentuan,” ungkapnya.

Danlanud berharap, kedepaan agar koordinasi dan komunikasi yang baik bisa berjalan dengan semua stakeholder agar terintegrasi dengan baik.

“Karena banyak stakeholder agar terintegrasi dengan baik. Tentu saya yakin semua kita institusi membuat segala sistem terintegrasi dengan baik. Bandara ini kan otoritas ba­nyak.  Semua banyak ketentuan dan atu­ran yang terlibat jadi kita berusaha terintegrasi dan itu salah satu kunci dalam jaring integrasi adalah koor­dinasi,” tandasnya. (S-27)




Berita Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.