Tetap Khusu Zikir dan Berdoa di Tengah Kebisingan Kembang Api

Acara zikir akbar dan doa bersama di pelataran Rujab gubernur Sultra, Sabtu (31/12) malam.
KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—-Perayaan malam pergantian tahun yang digelar Pemprov Sultra di rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Minggu (31/12) benar-benar kontras dengan situasi di sekitar Rujab. Bila di sekeliling Rujab diwarnai kebisingan dan gemerlap kembang api, maka di Rujab terdengar lantunan zikir dan doa bersama.
Kebisingan kembang api itu memang begitu terasa, namun Gubernur Nur Alam bersama jajaran tetap khusu menggelar takbir akbar dan doa bersama. Acara yang dimulai pada pukul 21.00 Wita didahului pembacaan ayat suci Alquran oleh Hj Sitti Salehe. Selanjutnya, siraman rohani oleh uztads Jahadah SAg dan acara zikir akbar dan doa bersama.
Peserta terlihat khusu melaksanakan zikir, walaupun sesekali dikagetkan suara dentuman kembang api dari kantor walikota dan seputar Jalan Laute.
Gubernur Sultra, H Nur Alam menyampaikan sambutannya pada pukul 23.45 Wita. Dia sengaja menyampaikan sambutan hingga pukul 00.30 Wita. Momentum pergantian tahun pun berlalu tanpa peringatan khuhus. “Saya sengaja menyampaikan sambutan lebih panjang. Biarlah sekitar kita mewarnai pergantian tahun secara khusus. Zikir akbar dan doa bersama yang kita lakukan ini tidak ada kaitannya dengan pergantian malam atau perayaan malam tahun baru, hanya kebetulan dilakukan pada momentum yang bersamaan,” kata Nur Alam.
“Waktu pukul 00.10 menut telah berlalu, tak ada yang luar biasa. Sekarang telah tahun 2017, tahun ini akan bermakna bila kita bisa mengisinya dengan baik,” tutur Nur Alam di acara yang mengambil tema terkait makna pemanfaatan waktu.
Setelah itu, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Sultra, KH Mursidin. Acara diakhiri lantunan lagu Islami oleh juara bintang radio dan televisi tingkat Asean tahun 2016.
Sebelumnya, juga ada hiburan tarian dengan irama padang pasir. (Sawal)

Post a Comment