Header Ads

‘TANGKAPAN BESAR’ DENSUS 88 ANTITEROR

Amunisi News
‘TANGKAPAN BESAR’ DENSUS 88 ANTITEROR

new-picture-72-hl-323

AMUNISINEWS.COM, JAKARTA — Di penghujung tahun 2016 ini, tepatnya di bulan Desember 2016 sedikitnya 13 terduga teroris terdeteksi. Dari jumlah itu, tiga ditembak mati dalam aksi tembak menembak di Tangerang dan satu ditangkap hidup-hidup. Sementara sembilan lainnya ditangkap diberbagai tempat di Bekasi dan Jawa Tengah. Pasangan suami isteri ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pengungkapan kelompok ter-duga teroris ini dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri setelah intelijennya bekerja keras memasang ‘ mata elang’ dari setiap target yang dicurigakan. Nah, kerja keras tersebut berhasil ketika intelijen Densus 88 mengendus gerak gerik mencurigakan dari pria bernama M Nur Solihin (MNS)..

Tanpa membangun apapun MNS membeli tiga kilogram paku ukuran 5 centimeter. “Itu petunjuk awalnya,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, beberapa waktu lalu. “Itu terjadi pada 7 De-sember,” tambah Boy Rafly.

Aktivitas MNS terus dipantau. Terpantau terduga teroris ini menerima barang berupa tas ransel dari Suyanto (S) alias Abu Iza di Karanganyar, Jawa Tengah. Setelah menerima ransel, MNS dan Agus Supriyadi (AS) pergi ke Jakarta.

Masih menurut Boy Rafly,di Jakarta, MNS dan AS menjemput Dian Yulia Novi (DYN) yang ketika itu membawa kardus. “Ketiganya menuju ke Kantor Pos untuk mengirim kardus ke rumah orang tua Dian di Cirebon, Jawa Barat,” tutur Boy Rafly.

Setelah itu, MNS dan AS men-gantar DYN ke rumah kontrakannya di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat. “Setelah itu MNS dan AS pergi,” ujarnya. Densus kemudian menangkap MNS dan AS di jalan layang Kalimalang, Bekasi. Sementara DYN ditangkap di rumah kontrakannya. Polisi menemukan barang bukti berupa bom rakitan berbentuk penanak nasi elektronik (rice cooker) di kamar 104 kontrakan tiga lantai itu. Tim Gegana Polda Metro Jaya meledakkan satu dari tiga bom aktif yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (10/12) malam.

Sementara Suyanto alias Abu Iza alias Abu Daroini Bin Harjo Suwito ditangkap didaerah Sabrang Kulon Matesih, Kabupaten Karan-ganyar, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (10/12) malam.

Ngebom Istana

Yang mengejutkan, kelompok inimengaku akan meledakkan Istana Negara pada Minggu (11/12). “Tapi gerakannya keburu diketahui,” kata Boy sambil menyebut akhirnya polisi menciduk tersangka lainnya. Jumlkah kelompok ini yang diciduk menjadi tujuh orang. Mereka adalah Agus Supriyadi, Muhammad Nur Solihin, Dian Yulia Novi, Suyanto, Khafid Fathoni, Arinda Putri Maharani, dan Wawan Prasetyawan serta suami isteri Hendra Gunawan – Tutin Sugiarti.

Kelompok ini merupakan jaringan Bahrun Naim.

Pola kerjanya juga sudah diatur, Solihin sebagai pimpinan sel yang merekrut calon pengantin bom. Ia mengatakan Solihin juga menerima dana dari Bahrun Naim sebanyak dua kali untuk kegiatan teror di Istana. Dana yang diterima pertama senilai Rp 3 juta. Sedangkan dana kedua yang diterima sebesar Rp 2 juta.

Tersangka Dian berperan sebagai orang yang akan meledakkan bom bunuh diri ketika acara serah terima jaga Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Boy menuturkan Dian juga pernah berkomu-nikasi dengan Bahrun Naim untuk menerima perintah tersebut. Bahkan pernah menerima uang senilai Rp 1 juta dari Barhun Naim untuk biaya hidup selama mengontrak di Bekasi. Bersama dengan Solihin, Dian pun disebut ikut mencari kontrakan untuk dihuni.

Suyanto berperan menyediakan tempat di rumahnya Karanganyar untuk merakit bom. Tersangka juga terlibat merakit bom sekaligus mengawasi situasi keamanan sekitar lokasi perakitan bom.

Tersangka Khafid berperan membuat bahan peledak Triacetone Triperoxide (TaTp) di rumahnya di Ngawi sesuai arahan Bahrun Naim. Terakhir, peran Arinda adalah sebagai fasilitator penerimaan uang untuk membuat bom. Sedangkan peran Wawan adalah berinisiatif menyimpan bahan peledak dan komponen pembuat bom yang akan dirakit. Bahan itu diantar ke supermarket Robinson di dekat Stasiun Purwosari untuk diserahkan ke Nur Solihin. Pasangan Hendra- Titin ditangkap di rumah kontrakannya di RR

03 RW/05 Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamajukeler, Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya. Rumah kontrakan tersebut telah digeledah ditemukan rompi terbelit kabel.

Sementara itu, Densus 88 An-titeror tiga terduga teroris terpaksa ditembak mati dan satu lainnya dibekuk dalam operasi pengungkapan di Setu, Tangerang Selatan, Rabu (21/12/2016). Nah, kelompok ini tujuannya lain lagi. Mereka akan meledakan bom pada tahun baru 2017!

Salah satu kelompok ini, yang bernama Adam akan meledakkan bom di pos polisi lalu lintas di dekat Eka Hospital, Serpong, Tangerang Selatan.

Sedangkan penangkapan di Setu dilakukan terhadap target Omen, Iwan, dan Helmi di rumah kontrakan mereka di Kelurahan Babakan. Namun, Argo mengatakan, tiga terduga teroris tersebut tewas dalam penangkapan. Ketiga terduga teroris ini ditembak karena melakukan perlawanan akan melempar bom yang sudah jadi. l

Oleh: *lis/dra

(Visited 4 times, 2 visits today)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.