Header Ads

Pengawasan Terhadap Anak perlu Partisipasi semua pihak

deliknews.com
Pengawasan Terhadap Anak perlu Partisipasi semua pihak

Sekadau – Masih ada kasus kriminalitas yang melibatkan anak, tak hanya menjadi korban melainkan menjadi pelaku. Belum lama ini, kepolisian menangani kasus yang melibatkan anak sebagai pelaku diantaranya pencurian dan percobaan perkosaan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau Welbertus Willy mengaku prihatin. Apalagi, masih ada anak-anak yang berhadapan dengan hukum bahkan menjadi pelaku.

“Ini kembali kepada tanggungjawab orang tua, lingkungan dan juga guru. Namun, yang peran orang tua sangat penting agar tidak ada lagi anak yang melakukan tindakan melawan hukum,” ujarnya, pada Sabtu (10/12).

Jika di sekolah, kata Willy, gurulah yang berperan untuk mengawasi aktivitas anak. Kendati demikian, ia mengakui, jika peran guru hanya sebatas di sekolah dan kembalinya anak kerumah tentunya menjadi tanggungjawab orang tua.

“Mari bersama mengingatkan anak-anak agar terhindar dari tindakan melawan hukum. Ini untuk kepentingan anak, masa depan anak,” tuturnya.

“Pada saat dirumah, orang tua bisa membatasi jam keluar malam, misalnya jam berapa harus sudah ada di rumah. Bukan untuk mengekang anak, namun belajar mendisiplinkan demi kepentingan anak dan juga orang tua,” sambungnya.

Ia juga menyadari, tidak sedikit anak yang tidak tinggal dengan orang tuanya, seperti kos. Peran guru, kata dia, sangat penting mendidik anak bagaimana sikap dan perilakunya sehingga terhindar dari kenakalan remaja, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya.

“Banyak anak SMP, SMA yang sudah kos karena orang tuanya dikampung. Ini juga harus menjadi perhatian bersama, tapi sudah ada imbauan anak-anak kos untuk lapor kepada RT,” kata dia.

Willy mengatakan, lingkungan juga perlu berperan serta untuk mencegah anak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Tak hanya RT, kata dia, pemilik kos juga diharapkan berperan serta untuk mengawasi aktivitas anak-anak.

“Kami juga berharap pihak gereja seperti pastor, pendeta dan di masjid seperti ustadz untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kepada anak. Arus globalisasi saat ini harus dibarengi dengan pemahaman agama dalam membentengi anak agar terhindar dari hal negatif,”ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau Sunardi. Ia mengatakan, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang memegang estafet masa depan bangsa.

“Tentu masih ada anak berhadapan dengan hukum sangat disayangkan. Ini tentunya menjadi pembelajaran dan tantangan kedepan bagaimana anak-anak terhindar dari kenakalan remaja yang berdampak buruk bagi anak itu sendiri,” ungkapnya.

Ia mengatakan, perlunya pengawasan orang tua dalam menjaga anak agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Tak hanya orang tua, kata dia, masyarakat dan lingkungan sekitar juga bisa berperan serta.

“Tidak hanya orang tua, semua lapisan masyarakat, lingkungan harus peduli sehingga anak-anak terhindar dari narkoba, seks bebas dan lain sebagainya. Bila perlu ditempat ibadah, anak-anak diberikan pemahaman dalam membentengi dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

(Yahya)

REKOMENDASI :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.