Header Ads

PAPARISSA BARU Bicara 5 Tahun Lalu

siwalimanews.com
PAPARISSA BARU Bicara 5 Tahun Lalu

Ambon – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dalam pemaparan visi dan misinya masih lebih banyak beretorika.

Kendati Richard merupakan walikota petahana, namun pasangan dengan akronim PAPARISSA BARU tidak memaparkan secara detail konsep guna menjawab kebutuhan masa depan masyarakat dan kota ini.

Bahkan masih bernostalgia dengan program-program yang telah terlaksana lima tahun terakhir ini.

Buktinya, saat debat kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon yang berlangsung di Baileo Siwalima, Ambon, Sabtu (10/12) malam, RL memaparkan PAPARISSA BARU mengusung visi “Ambon Adalah Kota yang Harmonis, Sejahtera, dan Religius”.

Misi PAPARISSA BARU sebagaimana disampaikan RL yaitu memperkuat harmonisasi sosial, meningkatkan SDM, memberdayakan ekonomi rakyat dan masyarakat melalui pemanfaatan potensi kemandirian dan alam sekitarnya seerta meningkatkan nilai spiritualitas.

Bukti PAPARISSA BARU masih bernostalgia dengan masa lalu, saat ia menyentil kebijakannya mendorong Amahusu sebagai Kota Iklim dan Soya sebagai Kota Budaya. Kendati lagi-lagi, entah gugup ataupun alasan lainnya, mantan Walikota Ambon itu justru menyebut Amahusu dan Soya sebagai kota, namun RL tak mampu menjelaskan kedepannya kedua desa yang ia sebutkan itu mau dijadikan seperti apa, sebagaimana tindak lanjut program yang sudah berjalan selama ini.

Begitu juga saat ditanya moderator terkait konsep yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan, RL hanya menjawab akan mendorong investasi baik yang di kembangkan pemerintah maupun masyarakat.

“Kita akan mendorong investasi baik yang di kembangkan pemerintah maupun masyarakat dan akan menyerap begitu banyak tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran yang ada di kota kita,” ujarnya.

Selain itu, RL juga hanya menyentil pemanfaatan dana desa yang sudah berjalan selama ini sebagai peluang yang begitu besar untuk merekrut tenaga produktif yang ada di desa. “Jika ini bisa kita akomodir secara baik masalah kemiskinan akan turun,” katanya.  

Sementara Paulus Kastanya-MAS Latuconsina terbukti memiliki konsep yang jelas untuk memimpin kota ini periode 2017-2022.

Pasangan dengan akronim PANTAS ini dengan lugas memaparkan program pro rakyat dan pro lingkungan.

“Kedua program dimaksud selama ini sudah diperkenalkan kepada warga dan sebaliknya warga juga memberikan respons yang baik karena sesungguhnya program-program ini yang dibutuhkan,” jelas calon Walikota Ambon Paulus Kastanya saat debat tersebut.

Dikatakan, program pro rakyat meliputi penyediaan lapangan kerja yang luas, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan pasar dan terminal yang layak. Sementara dua program pro lingkungan yaitu penataan daerah rawan bencana dan daerah kumuh.  “Program-program ini sudah mendapat di hati warga,” ujarnya.

Program pro rakyat dan pro lingkungan tersebut, menurut Poli, lahir dari visi pasangan PANTAS yaitu “Mewujudkan Ambon Kota Berkeadaban, Berdaya Saing, Sejahtera Berbasis Potensi Lokal Yang Berkeadilan Didukung oleh Partisipasi Masyarakat Yang Berkelanjutan”.

Dari visi tersebut, PANTAS memiliki lima yaitu yakni pertama, membangun kehidupan masyarakat yang berkualias melalui bidang pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan; kedua, meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di setiap kecamatan dalam rangka mengerakan ekonomi produktif; ketiga, meningkatkan kinerja pemeirintahan yang profesional; keempat,  penataan tata ruang dan peruntukannya dan kelima, meningkatkan tatanan dan tata kehidupan sosial kemasyarakatan pada nilai-nilai lokal.

Dalam beberapa segmen debat tersebut, Poli dan Sam secara bergantian memaparkan secara detail konsep pro rakyat dan pro lingkungan yang ditawarkan kepada masyarakat untu bersama-sama membangun kota ini kedepan. (S-39/S-12)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.