INAKER DAN PERJUANGAN MENGENTASKAN KEMISKINAN DI JAWA BARAT
Bandung, 4 Desember 2016. Indonesia harus mampu mewujudkan prinsip Trisakti seperti yang diamanatkan pendiri negeri ini, Bung Karno. Yakni harus berdaulat secara politik, harus mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pendiri Perkumpulan Indonesia Bekerja (Inaker), Gagoek K Triana, dalam acara Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Daerah (Pengda) Inaker Jawa Barat di Bandung, Minggu 4 Desember 2016. Gaguk memaparkan bahwa Inaker adalah perkumpulan berbasis kader yang tidak berpolitik, tetapi bergerak dalam platform pemberdayaan masyarakat bawah terutama masyarakat desa, sesuai dengan semangat membangun Indonesia dari pinggiran.
"Indonesia tak akan pernah bisa maju kalau mengabaikan pembangunan desa. Desa harus dibangun, masyarakatnya harus diberdayakan," tegas Gagoek dalam pidato sabutannya yang berapi-api di hadapan para Pengurus Daerah Jawa Barat serta para perwakilan calon pengurus cabang dari berbagai kabupaten di Jawa Barat. Hadirin beberapa kali merespons pernyataannya dengan tepuk tangan meriah.
Gagoek mengatakan bahwa salah satu bidang garapan Inaker adalah pembangunan koperasi Inaker (Kopinaker) di berbagai daerah sebagai badan usaha bagi masyatakat untuk pemberdayaan dirinya. "Koperasi lebih tepat daripada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena koperasi dijalankan bersama-sama oleh masyarakat sebagai anggotanya dengan prinsip gotong royong," ujar Gaguk.
Gagoek G Triana berpesan agar Pengda Inaker Jawa Barat yang baru dikukuhkan hari itu, berjuang memberdayakan masyarakat desa, mencapai ketahanan pangan yang berkesinambungan dan juga mengambil peran untuk meretas kemiskinan.
Gagoek mengingatkan bahwa Inaker adalah organisasi berazaskan Pancasila yang harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghindari hal-hal yang bisa menjadi benih-benih perpecahan bangsa. "Inaker harus mampu mengawal program-program pembangunan serta memastikan kehadiran pemerintah dalam pelaksanaan program-program pembangunan di desa-desa, sesuai dengan spirit Nawacita, yang menjadi semboyan kerja pemerintah," ujar Gagoek.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Inaker Jawa Barat, Ir. Wahyu Triyono, menyatakan bahwa Inaker Jawa Barat siap menjadi agen perubahan untuk ikut serta membangun masyarakat desa di Jawa Barat dengan basis pemberdayaan masyatakat. "Kami akan menggali berbagai potensi masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat dan bersama-sama mengembangkannya sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan," katanya. Saat ini, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data BPS, hingga Maret tahun 2016 ini, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat masih ada sebanyak 4,22 juta jiwa, dan menempati posisi ketiga sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Data kemiskinan ini tentu saja menjadi tantangan bagi Pengda Inaker Jawa Barat. Wahyu Triyono berharap, semua pihak bisa mendukung Inaker untuk bahu membahu bersama pemerintah mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat, dengan memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya.

Post a Comment