Header Ads

Ekonomi Jatim tumbuh hingga 6,2 persen di tahun 2017

LensaIndonesia.com
Ekonomi Jatim tumbuh hingga 6,2 persen di tahun 2017
Agenda pertemuan tahunan BI dengan Soekarwo, Gubernur Jatim digelar bertujuan membahas prospek ekonomi Jatim tahun 2017. @Retha

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Benny Siswanto dalam Pertemuan Tahunan BI Jatim di Shangri-La, Selasa (06/12/2016), proyeksikan pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2017 bakal mencapai angka 5,7 – 6,1%. Hal ini berdasarkan optimisme yang nampak dari peningkatan konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah seiring membaiknya transfer pasca keberhasilan implementasi pengampunan pajak yang sudah menghimpun Rp. 94,89 Trilyun per 25 Desember 2016 lalu.

“Kendati ada tekanan Global, namun diperkirakan masuk ke Indonesia transmisinya tak terlalu berat meskipun tetap berdampak. Untuk pertumbuhan ekonomi Jatim diperkirakan akan lebih baik dari tahun lalu. BI mencantumkan pertumbuhan  kredit akan mencapai angka 10-12% dari yang saat ini berada sekitar 6-7%”

Benny memaparkan, terkendalinya inflasi di akhir 2016 diperkirakan mencapai 5,7% disokong pesatnya pengembangan klaster komoditas. Seperti UMKM hingga industri kreatif yang mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jatim ditengah lesunya perekonomian global.

“Dimana kami terus berupaya menekan disparitas harga. Termasuk mencegah terkereknya harga komoditi terlalu tinggi yang jelas memicu inflasi. Kami juga berhasil memotong rantai distribusi untuk menekan harga,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, pasalnya, hingga triwulan III 2016, Produk Domestik Brutto (PDB) Jatimmencapai Rp 1.382 triliun. Dimana UMKM berkontribusi hingga 54,98 persen dari total PDRB tersebut.

“Dari total PDRB hingga triwulan III itu, Jatim mampu berkontribusi hingga 14,92 persen dari total PDB nasional yang sebesar Rp9.251 triliun. Kita hanya kalah oleh DKI Jakarta yang PDRB nya mencapai Rp 1.896triliun,” tandas Benny.

Benny juga menyampaikan, kinerja apik Jatim di tahun ini tak lepas dari kebijakan BI yang menekan suku bunga acuan hingga 150 basis poin. Langkah tersebut menjadi stimulus bagi perekonomian mikro untuk menunjukan geliat positif.

“Sayangnya, turunnya BI rate itu masih belum dibarengi dengan turunnya bunga kredit perbankan,” imbuh Benny.

Selain itu, rileksasi Loan To Value juga membuat bisnis properti bergairah. Pasalnya, pelonggaran LTV hingga 15 persen membuat pasar properti terkerek ditengah kondisi ekonomi yang masih landai.

Untuk itu, Soekarwo, Gubernur Jatim semakin  optimis pertumbuhan ekonomi Jatim mengalami peningkatan ditahun depan.

“Tahun depan, kami yakin pertumbuhan ekonomi Jatim bisa lebih baik. Setidaknya ada di kisaran 5,7 hingga 6,2 persen,” pungkas Soekarwo.Ekonomi Jatim bakal tumbuh hingga 6,2 persen 

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.