BOLT! raih penghargaan Indonesia Most Admired CEO 2016 kategori Telekomunikasi
Presiden Direktur BOLT! Dicky Moechtar menerima penghargaan Indonesia Most Admired CEO 2016 yang diserahkan oleh Pendiri Warta Ekonomi, Fadel Muhammad. Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: BOLT!, operator telekomunikasi 4G LTE pertama di Indonesia, meraih penghargaan Indonesia Most Admired CEO 2016 untuk kategori Telekomunikasi versi majalah Warta Ekonomi.
Penghargaan ini diterima langsung Presiden Direktur BOLT! Dicky Moechtar yang diserahkan Pendiri Warta Ekonomi Fadel Muhammad didampingi Pemimpin Redaksi Muhamad Ihsan di Hotel Pullman, Jakarta, baru-baru ini.
Penghargaan ini membuktikan walaupun sebagai pendatang yang relative baru di industri telekomunikasi di tanah air, BOLT! membuktikan kemajuan kinerjaan perusahaan yang signifikan dalam waktu yang cukup singkat dan kesuksesan menempatkan BOLT! menguasai sebagian besar pangsa pasar di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Dicky Moechtar mengatakan kesuksesan yang diraih dalam meraih penghargaan ini tidak lepas dari pencapaian tim yang luar biasa, yang tidak hanya mampu memberikan kontribusi dalam bentuk wawasan dan keterampilan untuk berinovasi, namun juga melalui kemampuan untuk bersinergi dalam tim.
“Dengan kekuatan inilah, kami dapat memahami dan meraih tujuan bersama,” ucap syukur Dicky disambut tepuk tangan hadirin di Hotel Pullman, Jakarta.
Dicky mengaku ke depannya, pihaknya akan terus berinovasi melalui paket-paket produk yang cocok dengan segmen-segmen yang akan dituju nanti.
“Kami akan fokus untuk memberikan produk yang unik untuk setiap segmennya, karena tidak bisa satu produk cocok untuk semuanya,” tutur Dicky.
Penghargaan Indonesia Most Admired CEO Award ini sendiri diberikan setiap tahun kepada CEO berprestasi di Indonesia yang memiliki beberapa kriteria penilaian, yaitu kriteria Kepemimpinan (Leadership Image), Profesionalisme (Professional Image), Citra Pribadi (Personal Image), dan Kinerja perusahaan yang dipimpin (Performance Image).
Proses penentuan pemenang juga dilakukan melalui serangkaian perhitungan kualitatif dan kuantitatif. Desk research dilakukan untuk mendapatkan data kualitatif yang menggambarkan kinerja perusahaan, yang mencerminkan prestasi CEO dalam mencapai target.
Sementara itu, data kuantitatif dilakukan melalui wawancara telepon dan survei online kepada kelompok jobseeker, entrepreneur dan worker di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kepada karyawan yang memiliki pengalaman kerja atau jabatan minimal manager. Wawancara telepon juga dilakukan di lima kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung dengan total 4.000 responden.@Rudi

Post a Comment