Warga Leihitu dapat Bantuan Bencana
MASOHI - Sejumlah warga di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mendapatkan bantuan dari Bupati, Tuasikal Abua, Rabu (1/10).
Bantuan dana stimulan pembangunan dan perbaikan rumah akibat bencana alam dan konflik sosial di Kecamatan Leihitu itub diserahkan kepada warga Negeri lima, Dusun Waitomu, Negeri Seit, Negeri Ureng serta Dusun Tuhesi.
Bupati meminta agar, setelah menerima bantuan dana stimulan itu, warga dapat memanfaatkannya dengan baik dan tertanggung jawab.
"Manfaatkanlah dana ini dengan baik, kebutuhan perbaikan rumah bagi warga yang terkena dampak bencana dan konflik sosial diharapkan dapat dipenuhi, sehingga apa yang menjadi kebutuhan warga secara perlahan dan bertahap dapat teratasi," ujarnya.
Tuasikal meminta warga, Leihitu khususnya negeri negeri yang kerap terlibat konflik sosial, dapat menghindari semua bentuk masalah yang memicu konflik horizontal diantara warga.
"Saya berharap masalah- masalah yang menimbulkan konflik antar warga negeri yang satu dan negeri lainnya sebisa mungkin dihindari, jangan main hakim sendiri, jika ada masalah sebaiknya serahkan kepada aparat keamanan, sehingga tidak menimbulkan konflik antar warga negeri sendiri maupun terhadap warga negeri lainnya," harap Bupati.
Dikatakan, pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memelihara kedamaian dan ketertiban masyarakat, termasuk menanggulangi masalah bencana dan dampak konflik sosial. Hal ini tidak berarti bahwa masyarakat dapat terus hidup dalam pertikaian,s sebab nantinya pemerintah akan mengantikan kerugiannya. Tentu hal itu adalah pikiran yang keliru dan amat salah, mestinya konflik dan pertikaian itu dihindari sebab tidak akan memberikan keuntungan namun, yang ada adalah kerugian harta benda serta lain sebagainya.
"Jangan ada pikiran keliru yang sesat ditengah-tengah kita sekalian.bahwa berkonflik saja, sebab nantinya pemerintah mengantikan kerugian yang kita alami. Ini keliru dan sesat, konflik tidak akan memberikan manfaat apapun, yang pasti semua akan mengalami kerugian serta rasa ketakutan yang mendalam, sebagai dampak logis dari pertikaian antar warga itu, " jelasnya.
Dia meminta peran dan fungsi aparatur pemerintah negeri serta para tokoh tokoh agama di Jasirah Leihitu agar dapat memberikan arahan, petua maupun upaya lainnya untuk menekan pengaruh buruk penyebab konflik sosial pada setiap negeri yang ada di jasirah Leihitu.
"Peran dan fungsi pemerintah negeri, tokoh tokoh agama, tokoh pemuda serta lain sebagainya sangatlah penting, saya harap peran itu dapat terus dioptimalkan untuk menekan pengaruh pencetus konflik sosial antar warga di wilayah ini, " jelas Bupati.(S-36/S-19)

Post a Comment