Tasyakuran 80 Tahun Pusura, Risma Apresiasi sumbangsih mengawal Surabaya
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara syukuranLENSAINDONESIA.COM: Sebagai organisasi sosial, Putra Surabaya (Pusura) dianggap sebagai sebagai perkumpulan tertua yang berdiri sejak jaman Belanda yaitu sekitar tahun 1936.
Malam tasyakuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pusura yang ke-80 pada Sabtu (26/11/2016) malam menjadi bukti eksistensi perjuangan dan semangat menjaga Surabaya dengan identitasnya yaitu Arek Suroboyo.
Acara syukuran yang dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan seluruh pengurus dan tokoh masyarakat tersebut berlangsung khidmat dengan acara simbolis pemotongan tumpeng. “Banyak karya nyata dan sumbangsih Pusura untuk pembangunan Surabaya. Bahkan pada era baru seperti sekarang ini, semangatnya masih tetap menyala,” kata Walikota Risma.
Dalam kesempatan ini, Walikota perempuan pertama di Surabaya ini menyebutkan dalam rencana pembangunan kota akan tetap mempertahankan tradisi dan infrastrustur yabg berkaitan dengan nilai sejarah. Pihaknya berharap Pusura tetap mengawal pembangunan dan perkembangan Surabaya. “Pusura tetap menjadi Arek Suroboyo yang sejati. Ayo kita bersama-sama mengawal agar dapat membantu pemerintah dan warga Surabaya menjadi lebih baik,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Pusura Surabaya Prof M.Zaidun dalam sambutanya menyampaikan pesan agar Pusura terus mengikuti perkembangan jaman dan era baru. “Oleh karena itu diusia ke-80 Pemuda Surabaya untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan baru untuk lebih baik lagi,” ujar pria berkacamata ini.
Ditempat yang sama, Ketua Pemuda Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah menegaskan agenda tahunan ini menjadi simbol eksistensi menjalani prinsip independensi organisasi. Sehingga, semangat baru Pusura akan tetap muncul untuk mengawal Surabaya. ”Mudah-mudahan di usia ke 80 tahun organisasi Pusura ini bisa tetap eksis sesuai dengan misi dan visi kegiatan sosial,” ujar tokoh pemuda yang akrab disapa Cak Dul ini.@iwan

Post a Comment