Tagar #KamiAhok Mewarnai Linimasa Twitter di Indonesia
Portal Berita Sumatera Utara
Tagar #KamiAhok Mewarnai Linimasa Twitter di Indonesia
Beritasumut.com-Sejalan dengan keputusan yang dikeluarkan pihak berwajib terhadap status salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (@basuki_btp), Twitter menjadi platform sentral di mana masyarakat Indonesia mencari dan berbagi informasi terkait dengan keputusan tersebut. Pro dan kontra mewarnai linimasa Twitter seharian ini. Tagar #KamiAhok berada di puncak daftar trending topic Indonesia dan dunia hingga sore hari ini.
Hingga pukul 16.30 WIB, terdapat lebih dari 210.000 Tweet yang membicarakan keputusan tersebut. Tweet yang paling banyak di-Retweet adalah Tweet dari akun @kurawa.
Sementara itu, di tempat terposah, Twitter merilis tiga pembaharuan penting terkait keamanan.Pada Rabu (16/11/2016), Twitter mengumumkan tiga pembaharuan terkait dengan keamanan dan kenyamanan beraktivitas di Twitter, yakni area pengontrolan, pelaporan, dan penegakan. Informasi lebih lengkap dapat dibaca di blog Twitter Indonesia. (Foto resolusi tinggi terlampir)
Area pengontrolan, sudah sejak lama, Twitter memiliki fitur membisukan (mute) yang memampukan pengguna meredam akun-akun dengan Tweet yang tidak ingin mereka lihat, tanpa berhenti mengikuti akun tersebut. Sekarang kami memperluas fitur ini di area yang paling dibutuhkan pengguna yakni notifikasi. Mulai saat ini pengguna dapat mengaktifkan fitur “membisukan” untuk kata kunci dan frasa tertentu, bahkan rangkaian percakapan yang notifikasinya tidak ingin dilihat.
Pelaporan, kebijakan perilaku kebencian Twitter melarang adanya aksi-aksi penuh kebencian yang mengecam orang lain berdasarkan ras, etnis, kebangsaan, orientasi seksual, gender, identitas, agama, usia, keterbatasan fisik, hingga penyakit-penyakit tertentu.Twitter memberikan cara yang lebih praktis untuk melaporkan ketidaknyamanan yang menyasar diri pengguna, orang lain, atau siapa saja yang mereka temukan di Twitter.
Penegakan, Twitter juga melatih kembali berbagai tim terkait untuk semakin mengerti kebijakan Twitter, termasuk mengadakan sesi khusus dengan pendekatan konteks budaya dan sejarah terhadap aksi penghinaan, serta menerapkan beberapa program penyegaran berkelanjutan. Selain itu, Twitter juga telah memperbarui perangkat internal dan sistem agar dapat mengelola laporan lebih efektif. Tujuannya adalah agar dapat menjalankan proses dengan lebih cepat dan transparan.(Rel)

Post a Comment