Header Ads

Mendikbud Ingin Sertifikasikan Budaya Maluku

siwalimanews.com
Mendikbud Ingin Sertifikasikan Budaya Maluku

Namlea - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mu­ha­djir Effendy ingin memberikan sertifikasi terhadap kekayaan bu­daya yang ada di Pro­vinsi Maluku.

Hal itu diungkap­kan Mendikbud saat membuka Kongres Kebuda­yaan Maluku II  yang berlang­sung di Namlea, Minggu (6/11).

Mendikbud dalam arahan­nya mengatakan, budaya me­rupakan  rangkaian dari nilai, norma atau ukuran-ukuran yang menentukan orang un­tuk melakukan sesuatu.

“Kebiasaan-kebiasaan inilah yang mencul sebagai perilaku-perilaku keseharian kita yang kemudian muncul sebagai kita anggap sebagai sesuatu yang bernilai dalam bentuk keka­yaan-kekayaan bendawi, mau­pun yang bu­kan bendawi. Un­tuk itu saya sudah sampaikan kepada pak gubernur untuk menggali dan mengumpulkan kekayaan-kekayaan tak benda dari masyarakat Maluku ini untuk kita akan beri sertifikat agar betul-betul menjadi hak milik dari masyarakat Maluku,” katanya.

Dikatakan, nilai-nilai kebu­dayaan yang terkandung di Indonesia dan Maluku secara khususnya sangatlah kaya dan tidak mempunyai nilai untuk di perjual belikan.

“Kebudayaan kita tidak bo­leh dicuri, tidak boleh di klaim dari masyarakat yang lain, apa­lagi sampai di klaim oleh bangsa lain,” kata man­tan Rektor Universitas Mu­ham­madiyah Ma­lang periode 2000-2016.

Ia menjelaskan, saat ini masyarakat yang sudah makmur dan sudah bosan mengurusi kekayaan nega­ranya, ternyata menggunakan uang yang dimiliki untuk melakukan klaim budaya apalagi jika kebudayaannya tidak beraneka ragam seperti Indonesia.

“Contohnya Malaysia, yang merupakan salah satu negara yang dikatakan cukup maju sehingga mereka meng­gu­nakan dananya untuk mela­kukan mengklaim budaya karena dengan itulah mereka akan bisa mendapatkan bu­daya kita,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Said Assagaff dalam sambu­tannya mengatakan Kebuda­yaan Ma­luku sebagai identi­tas ke-Maluku-an lahir dari konteks masyarakat yang sangat multi­kultural karena kebu­dayaan Maluku lahir dari kurang lebih 100 suku bangsa yang tersebar di 1342 pulau merupakan suatu kenyataan objektif yang mene­ga­kan diri masyarakat pulau yang berka­rakter multikultur dan polietnis.

Dikatakan, Maluku merupa­kan salah satu dari 19 wilayah kebudayaan indonesia yang di­kontruksikan oleh Cornelis Van Houten seorang antro­polog yang berasal dari Ne­gara Be­landa yang telah me­neliti mu­lai dari Aceh sampai ke Papua.

“Dari 19 kategori tersebut secara positif wilayah maluku juga termasuk dalam wilayah kekuasaan politik yaitu, kebu­dayaan yang ada di Maluku Tengah yang di sebut sebagai wilayah republik negeri-ne­geri, kebudayaan yang ada di Maluku Tenggara sebagai wilayah-wilayah kebangsaan, kebudayaan yang ada di ­Ma­­luku Utara sebagai wilayah-wilayah kesultanan,” kaanya.

Dijelaskan, seiring dengan perkembangan jaman, ketiga wilayah kebudayaan tersebut telah berkembang, akibat dari pemekaan wilayah admini­strasi pemerintahan provinsi serta kabupaten dan kota.

“Hal yang menarik adalah tetap mengedepankan nilai-nilai filosofi yang menjadi identitas kulturalnya, seperti di kabupaten Buru dengan iden­titas Retemena Bara­sehe,” ujarnya.

Dikatakan, identitas-identi­tas tersebut memilki nilai-nilai kearifan lokal sanagt kaya antara lain nilai persaudaraan seperti tercermin dalam bu­daya pela gandong, kai wait.

Bersamaan dengan pembu­kaan kongres tersebut, Men­dikbud didampingi Gubernur Said Assagaff, Plt Bupati Ju­hana Soedradjat menandata­ngani prasasti peresmian Mo­numen Perjuangan Bung Karno (Gedung Perjuangan) dan melihat bendera merah putih yang pertama kali di kibarkan di Pulau Buru.

Pembukaan Kongres Kebu­dayaan Maluku II juga di­hadiri Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemen­des, PDT dan Transmigrasi Johozua M Yoltuwu, Sekda Maluku Hamin bin Thahir, Plt Bupati Buru Juhana Soed­radjat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Muzakir Assagaff, Ketua DPRD Kabu­paten Buru Iksan Tinggapy, Sekda Buru Ahmad Assagaff, Ketua LKD Maluku Tony Pariela, sejumlah tokoh La­tupati  dan tokoh adat se-Maluku. (Mg-1)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.