LPPNRI Minta KPK Periksa Proyek Abrasi di Kalbar
Pontianak- Ketua Aktifis Pemantau Penyelenggara Negara dan pemantau korupsi Kalimantan Barat, Dedy Arpandi SH meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan penyelidikan dan pemeriksaan proyek Abrasi pantai atau pemecah ombak yang ada di Kalimantan Barat.
Lokasi pelaksaan proyek abrasi itu di Kalimantan Barat yakni di Kota Singkawang, Kota Sambas Kecamatan Paloh, Kota Mempawah dan kota Ketapang” kata Dedy Arpandi kepada deliknews.com Minggu, (27/11) di Pontianak.
Lebih lanjut Dedy mengatakan proyek abrasi yang dilaksnakan sejak tahun 2014/2015 dan tahun 2016 sudah menghabiskan dana sekitar Rp 60 Miliar,” dikelola oleh Balai Sungai Kalimantan 1 Prov Kalimantan Barat, sumber dana APBN, namun kondisi proyek tersebut saat ini sudah mengalami kerusakan, ia menduga kualitas standar beton yang berbentuk kubus itu buruk sehingga ketika diterpa ombak mudah rusak” ujarnya.
Sebelumnya Dedy sudah berusaha mendatangi Balai Sungai Kalimantan 1 Prov Kalbar untuk konfirmasi ” tapi pejabat tersebut susah ditemui satpam mengatakan sedang rapat, dan ada yang mengatakan ke Jakarta.
Terpisah Kepala Balai Sungai Kalimantan 1 dan Pejabat pembuat kometmen (PPK) Taufan Adrianto ketika hendak dikonfirmasi tidak ditempat, padahal media ini sudah 3 kali mendatangi kantor Balai namun pejabat selalu tidak ada ditempat, diduga sengaja menghindar dari wartawan.
(Dri)

Post a Comment