Header Ads

HUT PGRI, Puluhan Guru Peroleh Lencana

siwalimanews.com
HUT PGRI, Puluhan Guru Peroleh Lencana

Saturday, 26 November 2016

HUT PGRI, Puluhan Guru Peroleh Lencana

Ambon - Puluhan guru di Kota Ambon memperoleh satya lencana saat upacara peri­ngatan HUT PGRI ke-71 yang dipusatkan di Lapa­ngan Merdeka, Jumat (25/11).

Saat upacara tersebut, puluhan guru di kota Ambon yang telah mengabdi se­lama 10 - 25 tahun memper­oleh satya lencana.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effen­dy dalam sambutan tertulis­nya yang dibacakan Caretaker Wali­kota FJ Papilaya mengatakan pemberian tunja­ngan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang bersertifikat pendi­dik diharapkan berimplikasi nyata bagi perbaikan kompe­tensi dan kinerja guru.

“Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunja­ngan profesi dan guru yang bersertifikat pendidik, diha­rapkan dapat berimplikasi pada perbaikan kompetensi yang dibuktikan dengan peningka­tan mutu proses dan hasil belajar siswa,” katanya.

Dijelaskan, pemberian tun­ja­ngan profesi guru kedepan akan dirumuskan kebijakan agar sebagian tunjangan da­pat diinvestasikan bagi peni­ng­katan kinerja guru, melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri. “Profesiona­lis­me guru khu­susnya berkaitan dengan pengembangan ke­pro­fe­sian dan karir akan terus di­tum­buhkembangkan,” katanya.

Beberapa kebijakan stra­tegis katanya, guna memben­tuk guru yang profesional, sejah­tera, bermartabat dan terlin­dungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerin­tah di semua tingkatan.  “Peningka­tan profesiona­lisme guru ke­depan menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangu­nan pendi­dikan nasional ya­ng harus dilaksanakan,” ujarnya.

Guru diakuinya, memiliki pe­ran yang sangat mulia dan stra­tegis dalam menentukan masa depan bangsa, tidak ada so­sok sukses yang tidak ter­le­wati dari sentuhan seorang guru. “Kita dapat berdiri tegak sampai saat ini juga karena ditempa oleh peran guru. Di tangan para guru, pamomg dan tenaga pen­didikan, masa de­pan kita men­jadi taruhan melalui pe­serta didik di sekolah dan sanggar belajar,” katanya. (S-39)




Berita Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.