Header Ads

Hillary Clinton sebut kekalahannya menyakitkan

LensaIndonesia.com
Hillary Clinton sebut kekalahannya menyakitkan
Democratic presidential candidate Hillary Clinton, with her husband, former U.S. President Bill Clinton, (L), and her Vice-President running mate Tim Kaiine (R), applaud at her concession speech to President-elect Donald Trump in New York, U.S., November 9, 2016. REUTERS/Carlos Barria

LENSAINDONESIA.COM: Capres Partai Demokrat Hillary Rodham Clinton akhirnya menyampaikan pidato setelah kalah dari Donald Trump. Dia meminta maaf pada pendukungnya karena gagal mencatat sejarah sebagai presiden perempuan pertamaAS Amerika Serikat.

“Saya meminta maaf. Saya tahu betapa kecewanya Anda, karena saya juga merasakannya. Demikian juga puluhan juta orang Amerika yang menginvestasikan harapan dan impian mereka dalam perjuangan ini,” ujar Hillary pada Pidato Konsesinya di Manhattan, New York, seperti dilansir CNN, Kamis (10/11/2016).

Hillary menyampaikan pidato tersebut sambil didampingi sang suami, Bill Clinton, dan cawapresnya, Tim Kaine, Rabu (9/11/2016) waktu setempat. Dia tampak emosional saat berbicara dan terlihat matanya berkaca-kaca.

“Ini menyakitkan, dan untuk waktu yang akan lama. Tapi aku ingin kalian ingat ini, kampanye kami tidak pernah tentang satu orang atau satu pemilu, ini tentang negara yang kita cintai,” tuturnya.

Momen yang paling mengharukan adalah ketika dia menyebut secara khusus pemilih perempuannya. “Untuk seluruh wanita, terutama perempuan muda yang menonton ini,jangan pernah ragu bahwa kalian berharga dan layak mendapat kesempatan untuk mengejar mimpi kalian,” katanya dengan nada emosional.

Dia mengaku telah menelepon Donald Trump dan memberikan ucapan selamat.

“Tadi malam saya sudah mengucapkan selamat kepada Donald Trump dan menawarkan kerja sama atas nama negara kita. Saya harap dia akan menjadi presiden bagi semua rakyat AS,” ujar Hillary.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan bahwa dirinya menerima hasil pemilu.

“Kita harus menerima hasil ini…Donald Trump akan menjadi presiden kita. Kita memberikannya sebuah pemikiran yang terbuka dan sebuah kesempatan untuk memimpin,” ujar mantan Menlu AS tersebut.

Ini bukan kekalahan pertama Hillary agar bisa kembali ke Gedung Putih. Pada 2008, pencapresannya gagal karena terhadang Barack Obama yang kemudian memimpin Amerika Serikat selama dua periode terakhir.@licom

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.