Header Ads

Golkar Belum Usul Nama

siwalimanews.com
Golkar Belum Usul Nama

Ambon - Golkar belum juga menentukan, siapa pengganti posisi Husein Toisuta di DPRD Kota Ambon.Hingga kini, DPD Partai Golkar Maluku belum juga menerima surat pengusulan calon pengganti sebagai wakil ketua DPRD.

Hal tersebut diakui oleh Sekretaris DPD Golkar Maluku, Roland Tahapary kepada Siwalima melalui telepon seluler, Jumat (18/11).

Menurutnya DPD Golkar Maluku akan menerima usulan tiga nama dari DPD Golkar Kota Ambon untuk seterusnya dilanjutkan ke DPP agar diputuskan salah satu. “Itu kan lahannya DPD Golkar Kota. Jadi di DPD Provinsi Maluku, kami tinggal meneruskan saja ke DPP. Tidak ada intervensi dari kami,” ujarnya .

Dikatakan, sampai sore ini (kema­rin-red) belum ada usulan sampai di meja sekretaris dan bila ada sudah pasti akan dirapatkan oleh pengurus DPD Golkar Maluku.  “Kami berha­rap secepatnya kare­na pengisian jabatan wakil ketua DPRD ini sangat penting untuk me­nunjang tugas-tugas pengawasan dari Golkar di kota Ambon,” tandas Tahapary

Sementara itu, Sekretaris DPD Kota Ambon, Max Siahay saat dikon­firmasi Siwalima tak mejawab telepon selulernya. Pesan singkat yang ditelepon juga tidak dibalas.

Di tempat terpisah, Koordinator Pemenangan Pemilu Kota Ambon DPD Partai Golkar Maluku Doming­gus Ayal mengaku proses pengisian jabatan wakil ketua DPRD kota se­mentara berjalan. “Prosesnya se­men­tara berjalan dan sesuai dengan mekanisme,” ujar kepada Siwalima di Ambon, kemarin.

“Tidak benar Ketua Bidang Orga­nisasi Keanggotaan dan Daerah DPP Partai Golkar Freddy Latuma­hina mendukung salah satu calon. Proses berjalan normal dan semua calon berpeluang,” katanya.

Beri Waktu

Disisi lain, DPRD Kota Ambon saat ini telah memberikan waktu kepada Partai Golkar untuk sece­pat­nya meng­usulkan siapa yang akan mengganti­kan Haji Husein Toisutta sebagai pimpinan dewan dan waktu yang diberikan hingga bulan De­sember.

Ketua DPRD Kota James Maatita kepada Siwalima di Baielo Rakyat Belakang Soya, Jumat (18/11) me­ngakui proses pergantian antar waktu (PAW) Toisutta berjalan sangat lamban.

“Dalam waktu dekat kita akan masuk pembahasan APBD 2017, seharusnya sudah ada peng­isian pimpinan yang satunya. DPRD hanya tinggal menunggu surat dari Golkar untuk siapa yang akan ganti­kan Toisutta karena surat tersebut sudah kami layangkan. Waktu yang diberikan hingga bulan Desember,” ungkap Maatita.

Dikatakan, beberapa waktu lalu mereka telah menerima surat peng­usulan PAW Toisutta yakni Marga­reta Siahay, namun hingga saat ini mereka juga belum menerima surat siapa yang akan gantikan Toisutta sebagai pimpinan dewan.

“Kalau untuk pergantian Pak Toi­suta sudah kami terima dan semen­tara proses di KPU. Tapi yang kami masih menunggu adalah surat dari Golkar untuk memutuskan siapa yang jadi unsur pimpinan dewan, karena ini sangat penting dalam pem­bahasan APBD murni 2017,” katanya.

Ia berharap waktu yang diberikan sudah cukup lama bagi Golkar untuk mementukan siapa yang layak du­duk sebagai pimpinan DPRD. De­ngan demikian, Maatita mendesak pimpinan Golkar untuk segera mem­proses surat pengusulan tersebut.

Maatita menambahkan, siapa saja yang akan duduk di DPRD Kota ia bisa memimpin DPRD sesuai dengan tugasnya. Dan ia berharap tidak ada kepentingan politik yang bermain didalam pergantian Toisutta.

“Kita tidak ingin ada kepentingan politik, karena ini menyangkut dengan kepemipinan suatu lembaga yang harus diisi apalagi kita akan masuk dalam pembahasan APBD otomatis seluruh alat kelengkapan harus lengkap,”katanya.

Sebelumnya diberitakan, proses pergantian antar waktu di DPRD Kota Ambon, berjalan lamban. Dite­ngarai, kepentingan politik jadi faktor utama penghambatnya.

Partai Golkar, sepertinya sulit me­nen­tukan pengganti Haji Husein Toi­suta, yang meninggal dunia ka­rena sakit, di RS dr Latumeten, Rabu (15/6) lalu.

Ada dua posisi menggiurkan yang ditinggalkan Toisuta. Pertama kursi Anggota DPRD Kota Ambon dan yang kedua adalah kursi pimpinan DPRD Kota Ambon. Selain sebagai Anggota DPRD Kota Ambon, Toisuta sendiri meninggal dalam jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, men­dampingi James Maatita Ketua DPRD dan Wakil Ketua Rustam Latupono.

Lima bulan berlalu, Golkar belum juga memutuskan siapa pengganti Haji Uceng, sapaan akrab almarhum. Dari informasi terbatas yang beredar di kalangan barisan Golkar, peng­ganti Haji Uceng di adalah Marga­retha Siahay, yang perolehan suara­nya saat pemilu legislatif lalu, berada di bawah Haji Uceng. Namun entah mengapa, sampai sekarang kursi itu belum juga terisi.

Pengisian kursi kosong kepu­nyaan Haji Uceng, berbuntut panjang. Pa­salnya Selain kebingungan menentu­kan penggantinya, partai beringin itu juga belum menjatuhkan pilihan siapa yang nantinya duduk di kursi pimpinan dewan.

Lima bulan, kursi pimpinan dewan yang biasanya diduduki Haji Uceng, kini dibiarkan kosong.

Memanas

Sumber Siwalima di Golkar Malu­ku menyebutkan, perebutan kursi pimpinan dewan mulai memanas. Awalnya, beberapa pimpinan Golkar Kota Ambon yang dimotori Richard Louhenapessy, mempersiapkan Marcus Pattiapon untuk mengisi jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon. Pattiapon pada sejumlah kesempatan selalu tampil mendam­pingi Louhenapessy di awal proses penca­lonannya sebagai Walikota Ambon. Namun, belakangan nama Ketua Fraksi Golkar itu meredup. “Padahal, persiapannya sudah ma­tang, belaka­ngan saya dengar mentah lagi,” ujar sumber itu.

Gagalnya penetapan Pattiapon, tak lepas dari kuatnya adu pengaruh dan tarik menarik kepentingan di tubuh partai kuning itu. Belakangan, nama Zeth Pormes mulai kuat di­hem­buskan dari dalam Golkar. Pormes yang pernah kesandung kasus as­mara hingga dilaporkan di BKD DPRD Kota Ambon, konon didu­kung oleh salah satu petinggi Gol­kar, Freddy Latumahina. Di DPP Golkar, Freddy memegang jabatan strategis, sebagai Kepala Bidang Orga­nisasi Keanggo­taan dan Daerah.

Salah satu kader Golkar Kota Ambon yang dihubungi Siwalima ke­ma­rin, membenarkan, Pormes me­mang disiapkan oleh DPP Golkar. “Saya dengar begitu. Namun belum pasti juga nih. Coba aja cek ke DPP,” saran dia.

Ketika didesak soal friksi di tubuh Golkar, kader yang meminta nama­nya tak ditulis ini  menjelaskan, hilangnya nama Pattiapon dari bursa pimpinan dewan, tak lepas dari peran Freddy Latumahina.

“Marcus itu jagonya pak Richard, sementara pak Freddy lagi nggak suka sama Richard. Hanya Marcus yang kena ge­tahnya,” tandas dia. Kendati begitu, dia enggan menjelaskan lebih jauh soal siapa yang berpeluang menjadi pimpinan dewan kota.

Sementara itu, Pormes yang coba dimintai tanggapannya soal masalah ini, enggan bicara banyak. “Nanti sa­jalah. Kalo soal ini jangan saya yang bicara,”elak Pormes.

Dihubungi terpisah, Marcus Pattia­pon membantah kalau dirinya dipersiapkan mengganti Haji Uceng. “Belum. Masih digodok di Golkar,” ujarnya.

Kuda Hitam

Kuatnya pengaruh dan tarik mena­rik kepentingan antara yang menjagokan Pattiapon dan Pormes, memunculkan nama baru. Adalah Elly Toisuta, srikandi beringin yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Golkar Kota Ambon. Nama Elly oleh sebagian pengurus, mulai digadang-gadang, untuk menduduki kursi kosong milik Haji Uceng.

Oleh banyak pengurus Golkar Kota, Elly dilihat sebagai sosok sederhana dan sejuk yang dianggap bisa memberikan ketenangan bagi lembaga DPRD itu sendiri. “Selama ini pimpinan dewan selalu disisi oleh kaum pria. Padahal, wanita juga akan mampu, kalau diberikan kesem­patan,” kata salah satu pengurus Golkar Kota Ambon.

Untuk memuluskan jalannya ke tampuk pimpinan dewan, Elly dikabarkan bergerilya ke banyak peti­nggi Golkar.

“Termasuk ke Ketua Golkar Maluku,” ujar salah satu orang yang dekat Elly. (S-40)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.