Header Ads

Disbun Jatim Jalin Kerjasama dengan Petani Kakao NTT

Amunisi News
Disbun Jatim Jalin Kerjasama dengan Petani Kakao NTT
ADVERTORIAL TINGKATKAN PRODUKSI KAKAO

Buah KakaoAMUNISINEWS.COM, SURABAYA — Untuk meningkatkan produksi permintaan kakao Jatim, Dinas Perkebunan Jawa Timur menjalin kerjasama perdagangan tanaman Kakao atau Cokelat dengan Maumere, Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian petani akan membeli Kakao dari NTT untuk diproduksi di Jawa Timur sebagai upaya memenuhi ke-butuhan ekspor Cokelat yang masih cukup tinggi dipasaran.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Ir. Moch. Samsul Arifien, mengatakan akan menjalin kerjasama yang sama-sama menguntungkan. “Di NTT ada potensi kakao dari kebun rakyat. Terutama di Maumere, kemudian Flores Timur dan Sumba”, terang Samsul yang baru-baru ini sudah melihat langsung potensi Kakao tiga daerah di NTT tersebut.

Kakao dari kebun rakyat disana masih dikelola dengan cara tradisional dan mengikuti rantai perdagangan terlalu panjang dalam bentuk kakao mentah.

Sedangkan Jawa Timur rencananya akan membeli untuk diproduksi di Blitar untuk di ekspor dalam bentuk aneka produk cokelat. “Harga Kakao di NTT itu masih sekitar Rp 20 ribu/kg, sedangkan kakao di Jawa Timur berkisar Rp. 28 ribu sampai Rp. 32 ribu per kilo”, ucap samsul Samsul.

Petani di NTT juga menyambut baik rencana ini, sebab mereka tidak lagi menjual Kakao melalui jalur laut yang panjang.Karena sebelum masuk Pelabuhan di Jawa Timur, Kakao NTT dari Kab. Maumere yang mestinya lebih dekat ke Surabaya, dibawa kapal ke Kupang lalu Makassar dulu baru kemudian ke Tanjung Perak Surabaya. “Petani NTT akan diajak untuk pelatihan dan magang cara mengolah Kakao menjadi barang jadi yang siap dipasarkan. “pungkas Samsul.

Sementara Suryanto, ketua LSM KOMNAS (Komunitas Nasionalis) dari Sidoa-jo kepada wartawan Rabu (26/10) mengatakan,’’Untuk kerjasama tersebut, menu-rutnya, Dinas Perkebunan Jatim sudah membentuk tim. Anggotanya ada dari Askindo (Asosiasi Kakao Indonesia) dan Gapoktan Guyub Santoso Blitar dengan Kholid Mustofa setahu saya, terang Suryanto.

Suryanto menambahkan, ’’dirinya selaku kontrol sosial masyarakat, ’’mengapresiasi Tim tersebut,karena dibentuk untuk mematangkan kerjasama membeli Kakao dari NTT lalu diproduksi di Blitar untuk selanjutnya diekspor.

“Kami yakin cara ini bisa meningkatkan jumlah ekspor aneka produk cokelat dari Jawa Timur keluar khususnya serta menambah nilai jual dan ekspor”,pungkas Suryanto. (Adv)

Oleh: *wan/tam

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.