Depresi Dijadikan Saksi, Pria Paruh Baya Ini Gantung Diri
KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Nass bagi Rahman, ia ditemukan sudah tak bernyawa oleh salah seorang Putrinya, Risna(25) pada sekitar pukul 10.00 wita siang tadi, Rabu(16/11).
Pria 54 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai petani itu ditemukan dalam kondisi tergelantung dengan leher yang terlilit tali diatas sebuah pohon mangga tepat di belakang rumahnya yang terletak di jalan poros( sekitar 200 m lewati Mako Sat Brimob-menuju Konda).
Diduga ia bunuh diri karena depresi/stress akibat tak mau dijadikan saksi di sidang Pengadilan. “Dia dijadikan saksi atas kasus pembakaran rumah tetangganya. Kejadian pembakaran sebelum saya menjabat Kapolsek sini(Konda). Informasi yang kita dapat seharusnya hari ini korban dijadwalkan akan bersaksi di PN Andoolo”. Kata Nursaji.
Sementara itu, Hatin Sutisna(40), putra Sulung korban, ayahnya tak mau dijadikan saksi karena capek harus bolak balik ke Andoolo. “Bapak saya sudah pernah hadiri sidangnya. Seharian dia disana dia ngaku ndak di perhatikan, ndak dikasih makan dan minum. Makanya dia malas harus bolak balik ke sana(PN Andoolo) karena waktunya tersita. Sementara dia hanya bertani. Kerjaannya jadi terbengkalai”. Keluhnya.
Disekitar lokasi tempat tergantungnya korban, ditemukan sebuah kertas bertuliskan sebuah pesan yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa titik dan koma, sebagai berikut : ” MAAPKAN BAPA YA BAPA MENGHAHIRI HIDUP BAPA CARA INI BAPA SUMPAH BAPA IKLASMATI DARI PADA JADI SAKSI NOLONG ORANG TIDAK BERARTI SELAMAT TINGGAL RAHMAN “.
Aparat Polsek Konda yang tiba beberapa saat setelah mendapat laporan langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. “Kita tiba mayatnya sudah dievakuasi sendiri oleh anak-anaknya. Kita cuma pasang garis polisi dan mengamankan tali, kursi, dan sandal jepit korban. Sambil kita tunggu tim Inafis Polres dan Kedokteran Kepolisian (dokpol) RS.Bhayangkara yang sudah dalam perjalanan untuk melakukan Visum terhadap korban”. Kata Kapolsek Konda, Iptu Nursaji.
Rencananya jenazah pria yang meninggalkan 9 anak dan seorang istri itu akan langsung dimakamkan sore ini. Jenazah korban hanya dilakukan pengamatan luar oleh tim Dokpol RS.Bhayangkara di rumah duka. “Pihak keluarganya tak mau dibawa ke RS. Makanya kita hanya lakukan pengamatan luar. Kata dokternya, Sepertinya tulang lehernya patah akibat lilitan tali”. Ujar Brigadir Urusan(Baur) Dokpol RS. Bhayangkara, Bripka Rudi Usman,ditemui di rumah korban. (p13)


Post a Comment