Header Ads

Aplikasi iSantri maksimalkan membaca sambil beridiskusi online

LensaIndonesia.com
Aplikasi iSantri maksimalkan membaca sambil beridiskusi online
Meneteri Agama RI, lukman Hakim Saifuddin, bersama Sulasmo, CEO PT Wolu Aksaramaya (tengah), pengembang aplikasi iSantri didampingi Syarif bando, Kepala Perpustakaan Nasional saat melaunching aplikasi iSantri di Pondok Pesantren Ma'had Aly Salafiy Syafiiyah Situbondo, Senin sore (28/11/2016). Foto-Eld

LENSAINDONESIA.COM: Aplikasi iSantri saat ini dijadikan solusi efektif bagi para santri saat mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Inovasi ini sangat memungkinkan dijadikan sebagai pengganti perpustakaan konvensional. Jika para santri ingin membaca atau meminjam buku di perpustakaan, maka pihak perpustakaan tak perlu khawatir lagi buku yang dipinjam bakal tak dikembalikan.

Setidaknya aplikasi ini memang berbentuk e-book yang untuk membacanya bisa dinikmati melalui gadget berbasis sistem operasi Android maupun jalur desktop.

Sulasmo, CEO PT Wolu Aksaramaya selaku pengembang aplikasi iSantri tersebut mengatakan, dengan aplikasi ini para santri bisa sepuasnya meinjam buku-buku atau kitab kuning yang biasa digunakan di lingkungan pondok pesantren. Santri cukup mendownload aplikasi iSantri yang sudah tersedia di App Store Android dan via desktop.

“Untuk kali ini launching aplikasi iSantri ini kami menggandeng Kemnterian Agama, Perpustakaan Nasional dan 13 Pondok Pesantren Ma’had Aly se Indonesia. Sebab, aplikasi ini juga sangat memungkinkan kontennya ditambah dengan pelajaran Kitab Kuning yang bakal diisi oleh pihak Pondok Pesantren Ma’had Aly. Jadi, sudah saatnya para santri belajar tanpa menggunakan kitab cetak yang bisa jadi akan rusak dimakan waktu,” tandas Sulasmo kepada Lensaindonesia.com usai launching aplikasi iSantri di Pondok Pesantren Ma’had Aly salafy Syafiiyah Situbondo, Senin sore (28/11/2016).

Sulasmo menambahkan, aplikasi iSantri ini sudah mampu menampung isi 3000 kitab pada servernya. Dan format tampilannya dalam bentuk pdf, dan prosesnya scanningnya pun cukup cepat hanya memakan waktu beberapa jam saja. Selain itu, aplikasi iSantri juga bisa menjembatani para penggunanya untuk berdiskusi membahas buku yang sedang dibaca melalui komunikasi via chat.

“Untuk buku populer, pihak kami sudah memasukkan buku-buku dari sekitar 80 penerbit di Indonesia. Dan itu pun akan kami update di setiap ada buku baru yang diterbitkan, apalagi buku tersebut berstatus Best Seller,” tandas Sulasmo.

Saat ditanya terkait investasi pembuatan aplikasi tersebut, Sulasmo menolak untuk menyebutkan jumlah detailnya.

“Hal ini bukan karena investasinya, sebab kami sudah fokus di pengembangan alikasi ini sudah 5 tahun lalu, untuk itu investasi ini sudah lebih dahulu dilakukan. Untuk itu, dalam kerja sama ini, aplikasi ini sudah diberikan secara cuma-cuma kepada Kemenag. Ada tiga hal dalam aplikasi, yakni aplikasi dengan keruwetan alogaritma coding, infrastruktur dan  konten” pungkas Sulasmo.

Usai membidik segmen pesantren, berikutnya PT Wolu Aksaramaya bakal menyasar pada komunitas-komunitas aktif pada profesional. Seperti profesi guru, UKM dan profesi yang berpotensi untuk memajukan ekonomi tentunya.@Eld-Licom

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.