Warga Temukan Belasan Bom Rakitan
Ambon - Warga Lorong Sumatera RT 01 RW 18, Air Kuning Desa Batumerah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, digegerkan dengan penemuan belasan bom rakitan, Minggu (2/10).
Bom yang berada didalam tas ransel itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang juga warga setempat, Ismail Bugis alias Bucek.
Bucek menemukan bom tersebut saat hendak membuka lahan milik Ali La Rebo untuk bertani pada Sabtu (1/10) sore.
Lelaki berusia 59 tahun itu baru melaporkannya Minggu (2/10), karena saat itu ia sudah merasa kelelahan.
“Saya temukan Sabtu sore. Rencananya saya akan memberitahukan kepada adik saya di Batumerah. Tapi karena saya capek makanya saya tidak sempat memberitahukannya. Minggu pagi baru saya sampaikan kepadanya,” ungkap Bucek kepada wartawan di dilokasi penemuan, Minggu (2/10).
Menurutnya, saat itu dia sedang membersihkan lahan untuk berkebun, namun ketika membersihkan pada wilayah kemiringan tanah tersebut, ia dikagetkan dengan penemuan sebuah tas ransel yang berwarna keputih-putihan. Saat membuka tas itu, ternyata isinya bom.
Melihat adanya bom, Bucek sontak terkejut dan langsung menghentikan pekerjaannya. Ia kemudian pulang kerumah.
“Waktu saya lihat kalau tas (ransel) itu ada bom, saya takut dan menghentikan pekerjaan saya. Saya tidak beritahukan kepada siapapun saat itu dan rencananya akan saya beritahu kepada adik saya. Tapi karena sudah capek, saya baru sampaikan tadi,” urainya.
Hal yang sama juga disampaikan Edi Bugis yang merupakan adik Bucek. Edi merupakan seorang anggota TNI.
Menurutnya, setelah diberitahukan oleh kakaknya tersebut, ia kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan informasi tersebut.
“Setelah saya diberitahukan oleh kakak saya, langsung saya cek di TKP dan ternyata benar ada temuan. Bom itu jenis rakitan karena terbuat dari pipa. Saya tidak tau pastinya ada berapa banyak. Tapi secara kasat mata diperkirakan ada puluhan,” ungkapnya.
Edi memperkirakan bom itu panjangnya 12 sentimeter dan berdiameter 5 sentimeter. Setelah memastikan ia lalu menghubungi pihak kepolisian.
“Saya tahu pagi, namun sekira pukul 12.30 WIT baru saya datangi TKP untuk pastikan. Saat memastikan baru saya hubungi polisi,” ujarnya.
Masih Diurai
Sementara itu, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Harold Wilson Huwae mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah bom tersebut masih aktif ataukah tidak sebab masih diurai oleh tim Jihandak Polda Maluku.
Bahkan jumlah pastinya juga belum mengetahui jumlahnya berapa banyak. Namun diperkirakan sekitar 15 buah.
“Diperkirakan jumlah bom rakitan dalam ransel sekitar 15 buah atau lebih,” ujar Kapolres kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (2/10).
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Baiquni Wibowo juga menjelaskan, bom tersebut diduga bom sudah lama tertanam didalam tanah.
Pasalnya, bom tersebut sudah nampak berkarat dan tempat penyimpanannya (tas ransel) sudah lapuk dan berubah warna menjadi keputih-putihan.
“Kita dapat info sekitar pukul 15.30 WIT. Saya tidak tau apakah bom itu masih aktif ataukah tidak. Tapi yang saya lihat ada sabuk yang sudah lapuk. Sepertinya sudah lama, karena dari kondisi fisik bom sudah berkarat,” kata Baiquni kepada wartawan di TKP.
Menurut Baiquni, setelah memastikan bahwa benda tersebut adalah bom, pihaknya kemudian menghubungi Unit Jihandak Brimob Polda Maluku.
“Kita langsung hubungi pihak Jihandak Brimob untuk cairkan TKP. Kebun ini (tempat penemuan bom) juga baru dikerjain. Bom itu diduga rakitan,” ujarnya. (S-27)

Post a Comment