Header Ads

Salam 2 Jari Populer di Publik

siwalimanews.com
Salam 2 Jari Populer di Publik

Ambon - Simbol ‘Salam Dua Jari’ dulu pernah tenar di saat Joko Widodo maju di Pilpres 2014 lalu. Kini, simbol yang akrab dengan nomor urut 2 itu kembali marak di Pilkada empat kabupaten dan kota di Maluku.

Pasangan calkada yang diusung PDIP di empat kabupaten dan kota di Maluku men­dapatkan nomor urut 2 saat pengundian no­mor urut yang dila­kukan masing-masing KPU.

Di Ambon, pasangan Paulus Kastanya-MAS Latuconsina (PAN­TAS) yang diusung PDIP menda­patkan nomor urut 2. PANTAS diusung PDIP berkoalisi dengan Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB, PBB, PKS dan PAN.

Di MTB, pasangan Petrus Paulus Werembinan-Jusuf Siletty (POWER JUSTICE) yang diusung PDIP tanpa berkoalisi, juga berhasil men­da­patkan nomor urut 2.

Pasangan Samson Atapary-Suhfi Majid (INA AMA) juga memperoleh nomor urut yang sama di Kabupaten SBB. Di Pilkada SBB, PDIP berkoalisi dengan PKS.

Sementara di Pilkada Buru, jagoan PDIP Ramly Umasugi-Amustofa Besan juga mendapat nomor 2. Di Buru, PDIP berkoalisi dengan Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura dan PBB.

Akademisi FISIP Unpatti, Rais Haulussy menilai, nomor urut 2 yang diperoleh oleh pasangan calkada yang diusung PDIP memberikan keuntungan tersendiri apalagi untuk mendulang suara dari golongan swing voters.

Kepada Siwalima melalui telepon seluler, Rabu (26/10) Haulussy mengatakan memang nomor urut pasangan tidak bisa diprediksikan. Namun setelah ditetapkan bisa memberikan manfaat yang luar biasa apalagi jika publik sudah familiar dengan nomor tertentu.

“Ini memang persoalan keberun­tungan, dimana secara tidak lang­sung akan mempengaruhi kecend­rungan pemilih untuk memilih. Memang ada basis massa tradisio­nal yang akan memilih figur ber­apapun nomor urut mereka. Namun bagi pemilih pemula, tentu ini sangat berpengaruh,” katanya.

Apalagi menurutnya nomor urut 2 atau yang identik dengan sapaan salam dua jari pernah menjadi viral saat Pilpres 2014 lalu. Saat itu, PDIP secara resmi mengusung pasangan Jokowi-JK yang akhrinya keluar sebagai pemenang.

“Prestasi kemenangan ini, sudah pasti nantinya akan dimanfaatkan tim sukses dari PDIP untuk menjual calon-calon kepala daerah yang mereka usung terutama yang berhasil memperoleh nomor urut 2.  Opini publik untuk salam dua jari ini kan sangat luar biasa. Ini se­ha­rusnya dijadikan spirit perjuangan untuk tim sukses serta PDIP secara umumnya untuk meramu kekuatan agar dapat menggalang massa pen­dukung,” ungkapnya.

Menurut Haulussy, dengan popularitas nomor urut 2 sebenarnya memudahkan kerja tim pemangan agar tidak terlalu menguras otak memikirkan tagline yang akan diusung. “Sebaliknya, bagi mereka dengan nomor urut lain tentu harus berpikir keras membuat tagline yang menarik dan cepat diterima di kalangan pemilih,” ujarnya. (S-42)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.