Pertamina Sedot Air di Tanki SPBU
Ambon - Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease hingga kini masih menyelidiki kasuspertalite di SPBU Kebun Cengkeh
Walau begitu, barang bukti berupa pertalite oplosan didalam tanki pendam SPBU Kebun Cengkeh, Ambon, sudah disedot Pertamina, Rabu (12/10).
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait proses takelining atau pembersihan tanki pendam tersebut.
Namun Sales Eksekutif Retail Maluku PT Pertamina Cabang Ambon Mahdi Safar menjelaskan, penyedotan atau pembersihan air dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan polisi.
“Langkah ini kami lakukan karena SPBU meminta kami untuk melakukan takelining atau pembersihan. Dengan pembersihan ini berarti SPBU sudah siap untuk menjual pertalite kembali ke pelanggan. Setelah pembersihan ini dan besok sudah tidak ada air lagi didalam tanki pendam, sehingga SPBU sudah bisa melakukan penjualan Pertalite kembali ke pelanggan,” katanya kepada wartawan didepan kantor SPBU milik PT. Migas Dwi Jaya tersebut, Rabu (12/10).
Terkait dengan masalah pertalite oplosan masih dalam proses hukum, Mahdi mengaku proses pembersihan yang dilakukan ini, turut diawasi pihak kepolisian. Hal itu dilakukan agar penyidik dapat mengambil sampel yang akan dijadikan sebagai barang bukti.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk menuntaskan kasus dugaan pertalite oplosan, penyidik Reskrim Polres akan segera menguji sampel pertalite di Labfor Makassar.
Rencananya, pekan depan sampel pertalite tersebut akan dikirm ke Labfor Makassar. Sebelumnya, penyidik mengagendakan uji sampel dilakukan oleh pihak Pertamina, namun karena pertimbangan dan mengantisipasi adanya spekulasi dan kongkalikong, penyidik memutuskan untuk sampel pertalite diuji di Labfor Polri di Makassar.
Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Baiquini Wibowo kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (10/10) mengaku, uji Labfor dilakukan di Makassar untuk mengantisipasi kongkalikong.
Hal ini karena berdasarkan hasil penyelidikan atau keterangan lima saksi yang sudah diperiksa dari Pertamina semuanya mengaku pertalite yang disuplay oleh Pertamina ke SPBU Kebun Cengkeh adalah murni dan tidak tercampur atau terkontaminasi oleh apapun. Bahkan semua proses dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. “Kita akan rampungkan semua keterangan saksi dan terus melakukan penyelidikan. Untuk sementara, guna menghindari hal-hal itu penyidik menolak untuk sampel pertalite diuji pihak Pertamina. Sampel pertalite hanya boleh diuji di Labfor Polri di Makassar,” tandas Wibowo.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi diantaranya Kepala Depot Pertamina, Alexander Bangun. (S-27)

Post a Comment