Header Ads

Masyarakat Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan Medan

Portal Berita Sumatera Utara
Masyarakat Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan Medan
Beritasumut.com-Sejumlah masyarakat mengaku kecewa dengan pelayanan di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jalan Karya, Medan. Pasalnya, banyak diantara mereka yang harus gigit jari karena untuk bisa menyampaikan keluhan harus antri cukup lama. Tiap hari, BPJS hanya membatasi 300 antrian. Parahnya, hanya ada dua orang petugas yang melayani masyarakat yang datang.
 
Marna, warga Medan Amplas mengaku heran dengan adanya pembatasan antrian tersebut. Apalagi, ia mengaku sudah datang sejak pagi hari. "Begitu sampai petugas sudah langsung menyampaikan nomor antrian sudah habis. Sebelumnya, saya baru melakukan pembayaran di loket resmi, tapi disuruh ke kantor BPJS karena ada tagihan lain. Tapi ketika saya datang, antrian sudah habis," keluhnya. 
 
Padahal, lanjut dia, masyarakat harus rela mengantri hingga 5 jam. Menurutnya, selaku pelayanan publik seharusnya BPJS bisa memberikan rasa kepuasan kepada warganya."Sudah minta tolong tadi, tapi tidak bisa juga. Alasan dibatasi sebanyak 300 orang," katanya.
 
Keluhan yang sama juga disampaikan, Ari Perdana, warga Medan lainnya. Ia mengaku sudah berusaha secepat mungkin untuk datang ke Kantor BPJS Kesehatan, namun, begitu sampai langsung ditolak oleh petugas karena antrian yang ditentukan sudah habis."Kita kesini bukan mau minta uang, mau bertanya mengenai adanya pembayaran yang tidak sesuai dengan iuran. Karena bingung makanya kesini, tapi bukan kejelasan yang diterima," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Ari berharap kedepan pelayanan BPJS Kesehatan bisa diperbaiki dengan baik. Kalau memang petugas minim menurut dia seharusnya ditambah."Keluhan peserta juga ditampung dengan baik. Karena, selaku pegawai swasta, cukup sulit untuk bolak-balik datang ke BPJS Kesehatan," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Medan, Sudarto menyampaikan kondisi keluhan tersebut bukan rutin terjadi. Keramaian ini sebutnya berlangsung, sejak sebulan terakhir ini pasca adanya kebijakan pembayaran iuran harus satu keluarga. Sudarto membantah petugas yang ditempatkan hanya dua orang dan dilakukan pembatasan sebanyak 300 orang saja.
 
"Biasa petugas yang dua orang itu dibantu dengan petugas lain. Cuma tadi petugas lain itu masih menjalankan tugas di pelayanan lain. Kalau tadi ada pembatasan antrian 300 orang itu karena jaringan kita ada gangguan, jadi kalau ditampung semua takut tidak terlayani," pungkasnya.(BS03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.