Header Ads

Kumpulan Puisi Enam Penyair Muda Sumbar 1978,  Diterbitkan dan Launching Kembali

Portal Berita Editor
Kumpulan Puisi Enam Penyair Muda Sumbar 1978,  Diterbitkan dan Launching Kembali
Haris Effendi Tahar, Mahatma Muhammad dan Dasril Ahmad dalam sesi diskusi pada peluncuran kembali Kumpulan Puisi Penyair Muda Sumbar 1978. Haris Effendi Tahar, Mahatma Muhammad dan Dasril Ahmad dalam sesi diskusi pada peluncuran kembali Kumpulan Puisi Penyair Muda Sumbar 1978.

Padang, Editor,- Kumpulan puisi enam penyair muda Sumbar yang diterbitkan Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) Sumbar pada tahun 1978 dalam bentuk stensilan, kembali diluncurkan dalam bentuk yang lebih elite oleh para penyairnya.

Peluncuran buku yang berisi 90 puisi karya Asri Rosdi, Alda Wimar Wirawan Noer (alm), Syarifuddin Arfin, Sofia Trisni, Indra Nara Persada dan Yose Hermand itu dilaksanakan di Aula Badan Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Prov. Sumbar Jl, Diponegoro Padang kemarin (Jum’at 28/10). Tampil sebagai pembicara pada kegiatan sastra tersebut Prof. DR. Harris Effendi Tahar dan Drs. Dasril Ahmad.

Sebagai pembicara, Harris Efendi Tahar yang juga dikenal sebagai penulis cerpen kondang ini tak terlalu banyak membahas puisi keenam penyair yang saat buku itu diterbitkan masih muda belia. Tapi lebih banyak berbicara tentang perkembangan sastra, khususnya puisi.

Menurut Harris, penerbitan kembali kumpulan puisi “Enam Penyair Muda Sumatera Barat 1978 merupakan sesuatu yang penting. Terutama dalam rangka merangkai kembali kesinambungan sejarah sastra di Sumatera Barat yang merupakan bagian tak terpisahkan dari  sejarah perkembangan sastra di Indonesia.

“Kalau pada kegiatan ini saya membahas masalah puisi-puisi yang diterbitkan 36 tahun silam, tidak mungkin pengantar saya sepanjang ini. Minimal 30 halaman,” kata Harris berseloroh menjawab pertanyaan salah seorang seniman pada sesi diskusi.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pembicara kedua, Drs. Dasril Ahmad. Selain berkisah tentang penerbitan peluncuran pertama buku tersebut 38 tahun silam, dia lebih banyak bercerita tentang hal ikhwal penerbitan kembali buku puisi tersebut.

Diskusi yang dipandu oleh Mahatma Muhammad, penggiat teater dan sastra yang sekaligus Pimpinan kelompok Nan Tumpah tersebut berlangsung hangat dan dinamis. Sejumlah seniman Sumbar ikut ambil bicara, termasuk penyair kawakan Rusli Marzuki Saria, Rizal Tanjung dan Nazrul Azwar.

Peluncuran buku puisi itu dihadiri oleh empat orang penyair muda (1978) Asri Rosdi, Alda, Syarifuddin Arfin, Sofia Trisni dan Yose Hermand,  yang kini telah “gaek”, sejumlah sastrawan dan penggiat sastra Sumbar. Diantaranya Yusrizal KW, S. Metron, Muhammad Subhan, Asril Koto, Hermawan, Ery Mefri serta beberapa seniman kenamaan lainnya. ** Rhian

106 Total Dibaca 106 Dibaca hari ini

Share

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.