Kahumas Pelindo III beri materi Public Relation pada mahasiswa komunikasi UNESA
(kanan) Edi Priyanto, Kahumas Pelindo III saat menjadi pembicara di seminar bertemakan “The good strategies image to build your entrepreneurship image public relations” di aula Srikandi Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA, Jumat, (21/10/2016). Foto-istLENSAINDONESIA.COM: Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggandeng praktisi public relations menggelar seminar bertemakan “The good strategies image to build your entrepreneurship image public relations” di aula Srikandi Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA, Jum’at, (21/10/2016).
Dr. Sugeng Harianto M,Si, Ketua Jurusan Ilmu Sosial UNESA menyampaikan, mahasiswa perlu banyak memperoleh sharing pengalaman dari para praktisi public relations, agar kelak saat lulus sudah siap bekal memasuki dunia kerja nyata.
“Se tidaknya seminar ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperdalam keilmuan komunikasi yang selama ini diperoleh secara teori di dalam bangku kuliah, dengan aktif melakukan sharing experience dengan praktisi PR secara langsung, maka akan semakin meningkatkan kompetensi dan skill personal kalian”, ujar Sugeng.
Di kesempatan yang sama, Edi Priyanto Vice President Corporate Communications PT Pelindo III hadir sebagai praktisi public relations mewakili BUMN. Di awal sambutannya, Edi langsung bertanya. “Adakah kawan-kawan diruangan ini yang tidak bisa berenang?” Nampak beberapa mahasiswa mengaku belum bisa berenang.
“Untuk bisa berenang tak cukup hanya mengenal atau membaca teknik dan cara berenang saja, namun yang terpenting kita harus berani untuk masuk kolam renang dan mencobanya untuk berenang” ujar Edi.
Edi melanjutkan, sama saja ketika menjadi public relations handal, itu pun tak sekedar mengetahui teorinya, namun harus berlatih meningkatkan skill sebagai seorang PR.
“Sebagai contoh, salah satu ketrampilan yang harus dimiliki seorang PR adalah menulis, bahwa kita tak akan bisa mahir menulis dengan baik jika tidak pernah mencoba berlatih menulis,” tandas Edi.
Edi menambahkan, terkait tugas public relations, maka harus belajar tentang hubungan keuangan publik, krisis komunikasi, hubungan masyarakat, komunikasi internal, hubungan pemerintah dan banyak lagi. Sebab Public Relation (PR) memiliki peran strategis dalam sebuah organisasi, tak hanya industry, perusahaan, institusi namun dalam dunia pendidikan seperti organisasi kampus.
Pada dasarnya, PR melibatkan upaya membangun komunikasi antara organisasi dengan publik dan semua stakeholdernya, tujuannya menciptakan dan memelihara sinergi berikut komunikasi yang baik. Dalam hal ini, PR menjadi lini terdepan dari manajemen dan organisasi untuk memperkenalkan, membangun image dan citra, promosi, publikasi, serta menjalin hubungan baik dengan stakeholder di lingkungan kerjanya.
“Ibaratnya seorang PR dalam suatu waktu harus bisa memerankan diri sebagai penerima tamu di depan, namun dilain waktu harus bisa memposisikan diri sebagai seorang koki yang pandai memasak atau tukang kebun untuk merawat tanaman di belakang”, papar Edi.
Begitu juga yang diungkapkan Vinda Maya Setianingrum, dosen Prodi Komunikasi saat menjadi moderator di seminar tersebut yang terampil membawa suasana diskusi, sehingga membuat suasana diskusi menjadi hidup dan mengalir. Sehingga banyak pengalaman narasumber saat menghadapi beberapa krisis dan problematika berhasil digali para mahasiswa.
Maya tak sekedar moderator yang mampu mengakomodir pertanyaan peserta, namun juga mampu mengaitkan dan menghubungkan pengalaman yang dialami oleh narasumber dengan pembelajaran yang pernah disuguhkan di perkuliahan.@Rel-Licom

Post a Comment