Header Ads

"Jangan sampai institusi Polri mengorbankan netralitasnya untuk bela Ahok"

POSMETRO INFO | Portal Media Independen
"Jangan sampai institusi Polri mengorbankan netralitasnya untuk bela Ahok"
"Jangan sampai institusi Polri mengorbankan netralitasnya untuk bela Ahok"

POSMETRO INFO - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Andre Rosiade, meminta agar Kepolisian segera merespon laporan terkait dugaan penistaan Al-Quran yang dilakukan oleh Calon Petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu disampaikan Andre lantaran proses penegakan hukum menjadi pertaruhan sekaligus ujian institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian.

Jika laporan-laporan tersebut tidak segera diproses, menurut Andre, sama saja Tito membenarkan anggapan publik bahwa pengangkatannya sebagai Kapolri karena kedekatannya dengan Ahok.

"Jangan sampai institusi Polri mengorbankan netralitasnya dengan membela Ahok. Dugaan penghinaan Al-Quran harus diproses secara profesional dan transparan. Kami khawatir jika tidak diproses akan memicu kemarahan umat Islam di Indonesia," jelas Andre, Minggu (9/10), di Jakarta.

Juru bicara Tim Pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno itu kemudian mengutip tanggapan Anies Baswedan, bahwa pernyataan Ahok dalam acara resmi pemerintah daerah dengan merujuk ayat suci Al-Quran sangatlah tidak perlu, tidak relevan, dan tidak tepat.

Seharusnya, kata Andre, Ahok introspeksi diri bukan justru menyalahkan orang banyak yang merasa tersinggung. Tak hanya itu, ia pun menyayangkan klarifikasi Ahok yang menyebut kata-kata 'dibodohi oleh orang-orang rasis pengecut menggunakan ayat suci untuk tidak memilih saya' yang justru tidak ada dalam video tersebut.

"Di video itu, Ahok justru tidak mengeluarkan kata-kata rasis dan pengecut. Coba lihat kembali. Pembelaan Pak Ahok itu berbeda dengan yang ada dalam rekaman," ucap Andre.

Oleh karena itu, Andre berpendapat, apa yang telah beredar di media massa dan media sosial seharusnya dijadikan bahan renungan bagi Ahok. Terutama menyangkut pernyataan demi pernyataannya yang kerap melukai warga Jakarta dan umat Islam umumnya selama ini.
Like Fanpage:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.