Header Ads

Bung Tomo itu Pahlawan Resolusi Jihad, “Allahu Akbar…”, Surabaya pun getarkan dunia

Politik – LensaIndonesia.com
Bung Tomo itu Pahlawan Resolusi Jihad, “Allahu Akbar…”, Surabaya pun getarkan dunia
KH MH Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim. Bung Tomo yang dikenal dengan suaranya berapi-api di radio, membakar 'resolusi jihad' para santri dan rakyat Surabaya mengusir tentara sekutu yang ingin menduduki kembali kota Surabaya.

LENSAINDONESIA.COM: Apel “Hari Santri Nasional 2016” digelar merata di seluruh kota di tanah air. Di kota Surabaya, termasuk ikon kota santri pada era lahirnya Ormas “Nadlatul Ulama” pada zaman kolinial, juga semarak menggelar apel di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (22/10/2016).

Sebanyak 4.444 santri mengikuti dengan khidmat upacara bendera “Hari santri asional”. Mereka dari unsur Banom (Pagar Nusa, GP Ansor, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat), santri pondok pesantren, Universitas NU Surabaya dan sekolah madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Surabaya.

Selaku Inspektur upacara, KH MH Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim. Komandan upacara Ahmad Sanusi dari pengurus Banser NU Surabaya.

Kiai Mutawakkil mengajak seluruh peserta upacara dengan gelora juang, membacakan bersama teks Pancasila.

Pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera dari santri PonPes Wahid Hasyim Surabaya. Pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945, naskah ikrar santri dan Resolusi Jihad oleh pengurus IPNU-IPPNU Kota Surabaya.

Meski di bawah terik matahari, namun tidak menyurutkan semangat para santri. Mereka dengan khidmat mendengarkan amanat inspektur upacara. Kiai Mutawakkil dengan suara lantang terdengar bak pidato pahlawan kemerdekaan Bung Tomo, membacakan teks amanat PBNU dalam upacara ini.

“Tanpa adanya fatwa Resolusi Jihad NU tidak akan ada insiden pembunuhan Jendral Mallaby, tidak akan ada 10 Nopember atau Hari Pahlawan,” kata Pengasuh PonPes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur ini.

Siapa dibalik semua itu? “Ialah Bung Tomo, Pahlawan Resolusi Jihad. Saat Bung Tomo mendengar ada fatwa resolusi jihad, dia langsung sowan kepada Mbah Hasyim meminta ijin untuk mengajak arek-arek Suroboyo melakukan perlawanan terhadap sekutu NICA,” terang Kiai Mutawakkil. Mbah Hasyim adalah sebutan populer KH Hasyim Asy’ari, pendiri Ormas Nadlatul Ulama.

Bung Tomo, adalah pahlawan nasional yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat Surabaya untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA. Ajakan Bung Tomo yang dikenal, disertai dengan pekikan “Allahu Akbar” ini berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sebelumnya, 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal Mallaby dari Britania Inggris yang tewas terbunuh akibat perlawanan arek-arek Surabaya melawan tentara sekutu yang mencoba menduduki Surabaya. Sehingga, keberanian santri santri Surabaya bersama rakyat yang dikenal hanya menggunakan bambu runcin dan sukses mengusir sekutu itu, menggetarkan dunia. @wan

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.