BI Dorong Pengembangan UMKM Maluku
Ambon - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus mendorong pembangunan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Buktinya, BI menghadirkan belasan UMKM dan perbankan saat Pekan Edukasi Syariah yang dipusatkan di Maluku City Mall (MCM), Jumat (7/10).
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan, pameran merupakan rangkaian acara edukasi syariah dan kewirausahaan 2016, yang telah diselenggarakan 6 - 8 Oktober 2016 atas kerja sama BI dengan pemrov Maluku, perbankan serta pihak terkait.
Dikatakan, apabila UMKM dapat memainkan perannya dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, maka dampak positifnya akan luas terhadap perekonomian. Diantaranya seperti mendorong eskalasi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran, peningkatan daya saing dan ketahanan ekonomi serta dapat membantu terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Namun demikian, kita menyadari selama ini UMKM masih menghadapi perbagai permasalahan dan tantangan dalam pengembangannya, baik dari sisi manejerial, pemasaran, produksi, dan juga keterbatasan modal. Oleh karena itu, diperlukan terobosan yang konkrit dalam pengembangan kapasitas dan aksesbilitas UMKM,” ungkap Waas.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, jelas Ronald tidak hanya mengandalkan peran pemerintah saja, melainkan diperlukan keterlibatan dan kontribusi positif berbagai pihak, melalui program yang terintegritas, terarah dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik inisiatif dari pemangku kepentingan di Provinsi Maluku dalam penyelenggaraan pekan edukasi syariah dan kewirausahaan 2016. Dalam pameran kali ini, selain dapat melihat atau berbelanja produk-produk UMKM, para pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mengetahui lebih jauh mengenai ekonomi syariah, serta Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan gerakan peduli koin yang merupakan dua program BI dibidang sistem pembayaran,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten III Sekda Maluku Zulkifli Anwar mengatakan menghadapi era pasar bebas atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), daya saing daerah memegang perenan penting dan menjadi kunci utama dalam membangun daerah. Karena itu, setiap daerah berlomba-lomba untuk mempromosikan potensi unggulan daerah masing-masing agar lebih dikenal, diminati dan memiliki nilai jual bagi investor.
“Masyarakat kita harus senantiasa digairahkan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, sehingga tumbuh inovasi dan kreatifitas masyarakat dalam partisipasi pembangunan. Bagi saya ini penting, sebab daya dukung pembangunan sebetulnya lebih banyak bertumbuh pada kekuatan masyarakat dan sektor. Saya yakin pameran UMKM dan ekonomi syariah akan menjadi etalase untuk mendorong penciptaan pengembangan UMKM BI Maluku dan menciptakan ekonomi baru khususnya ekonomi kerakyatan,”katanya.
Dikatakan, ekonomi kreatif perlu dikembangkan sebagai sektor strategis dalam pembangunan nasional, karena ekonomi kreatif berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian. (S-40)

Post a Comment