Ade Armando: Anies Baswedan kehilangan arah dalam membangun demokrasi yang beradab
Pengamat Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando. Foto: istimewaLENSAINDONESIA.COM: Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah kehilangan arah yang benar dalam membangun demokrasi yang beradab.
Menurutnya, sebelum maju sebagai cagub, Anies Baswedan dikenal publik sebagai salah satu tokoh muslim muda yang santun, pluralis, pintar, saleh, dan demokratis.
Namun kini, anggapan positif Ade berubah, seiring dengan pernyataan Anies yang menyebut ketenteraman masyarakat Ibu Kota telah terganggu pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, soal surat Al-Maidah ayat 51.
Pernyataan mantan Menteri Pendidikan itu, dinilai Ade adalah sebuah kesalahan. Menurutnya, Anies kini telah kehilangan arah yang benar dalam membangun demokrasi yang beradab.
“Anies itu luar biasa, bagaimana program dia Indonesia Mengajar. Tapi, tiba-tiba dia kini menjadi bagian yang ikut mengkritik (Ahok) dan kecenderungannya eksklusif (satu golongan), bukan inklusif (merangkul semua golongan),” ujar Ade di kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2016).
“Saya berharap Anies kembali ke jalan yang benar, Anies yang benar. Tapi, jalannya salah. Anies tahu jalannya salah. Harusnya, dia buat pernyataan yang menenteramkan,” ujar Ade.
Ade berharap, Anies takkan lagi menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) demi meraih suara di Pilkada.
“(Anies) harusnya setop gunakan isu agama. Jangan sampai serang lawan dengan alasan agama. Tapi, saya tak lihat itu dilakukan Anies. Makanya, korbannya Pilkada adalah Anies,” ungkapnya.@LI-13

Post a Comment