2 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, begini kata Sri Mulyani soal memihak rakyat miskin
Menteri Keuangan Sri Mulyani beberkan progress kinerja 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK berempati kepada rakyat miskin. LENSAINDONESIA.COM: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, pemerintah saat ini meningkatkan pemihakan untuk melindungi kelompok masyarakat miskin. Ini dilakukan di tengah kebijakan APBN/fiskal pemerintah yang fokus pada bagaimana menggunakan instrumen fiskan untuk menjaga perekonomian Indonesia dari pelemahan
ekonomi global, terutama perdagangan internasional.
“Penerima bantuan iuran yang tadinya 88,2 juta orang kini menjadi 92,2 juta orang. Pemerintah juga meningkatkan subsidi bunga dari Rp30 triliun Kredit Usaha Rakyat menjadi Rp100-120 triliun di tahun 2016,” kata Sri Mulyani pada acara Press Briefing “2 Tahun Kerja Nyata Pemerintahan Jokowi-JK”, di Bina Graha, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
“Sementara jumlah penerima PKH (Program Keluarga Harapan) naik dari 3,5 juta keluarga menjadi 5 juta,” tambahnya.
Menkeu sebagaimana dilansir Humas Setkab, menjelaskan, kebijakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kini diarahkan untuk membuat sisi belanja menjadi lebih targeted. Ditegaskan Sri Mulyani, lebih langsung menyelesaikan masalah yang memang merupakan masalah inti, yaitu kemiskinan dan investasi yang bisa meningkatkan
pembentukan modal domestik bruto serta menunjang produktivitas jangka menengah dan panjang.
Selain mengurangi tekanan perlemahan yang berasal dari global untuk melindungi ekonomi Indonesia, menurut Menkeu, pemerintah juga melakukan pengeluaran yang lebih taktikal strategis untuk membangun pondasi masa depan.
Ditegaskan Sri Mulyani, untuk 2017 pemerintah akan menjaga APBN menjadi instrumen fiskal yang mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan dan mengatasi kemiskinan.
“Ini akan menjadi suatu tema yang akan terus-menerus dilakukan di dalam mendesain APBN kita. Untuk bisa mencapai instrumen itu, tanpa membuat fiskal kita mengalami kondisi yang tidak sustainable maka penerimaan negara harus terus diperbaiki,” pungkas Sri Mulyani. @setkab/Licom_03

Post a Comment