Satlantas Polres TTU Bagi-Bagi Air Bersih Gratis
Kefamenanu – Sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap masyarakat dan menyambut perayaan HUT Polantas ke-61 tahun yang jatuh pada 22 September mendatang, anggota Satlantas Polres Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah pimpinan Kasatlantas Polres TTU, IPTU Made Juni Artawan, S.IK membagi-bagi air bersih gratis kepada warga desa Banain A, Kecamatan Bikomi Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Selasa (20/9)
Pantauan wartawan, mereka secara sukarela memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat desa Banain A yang berbatasan langsung dengan Districk Oecuse Timor Leste. Dalam pembagian air ini, Kasatlantas didampingi oleh Kapolsek Miomaffo Timur, IPDA Sabarudin Mae Tage.
Kasatlantas Made Juni Artawan, kepada wartawan mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka Hut Polantas ke-61. Pembagian air bersih dilakukan di desa Banain C atas hasil survei anggota dimana masyarakat desa Banain A daerahnya sangat kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kegiatan ini dalam rangka merayakan HUT Lantas ke 61 tahun nanti puncak peringatan pada 22 September mendatang,” ujarnya kepada wartawan.
Kasatlantas menambahkan hal tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. “Harapan kita masyarakat lebih dekat dengan polisi khususnya anggota satlantas. Karena polisi itu humanis dan bersahabat,” ujarnya.
Selain pembagian air bersih, akan ada pemberian paket sembako ke panti asuhan sekolah luar biasa (SLB) di Benpasi Kefamenanu dan panti asuhan St. Giana Bitauni di Kiupukan Kecamatan Insana.
Helena Abi, salah seorang warga setempat mengaku senang pasalnya daerahnya sangat kekeringan dan kesulitan air bersih.”Saya senang karena selama ini Sehingga mereka terpaksa membeli dari tanki yang setiap harinya keluar masuk berjualan air bersih.
Helena mengatakan, sebenarnya kondisi kekurangan air bersih di desa Banain C, sudah berlangsung sejak tahun 2014. Dan sejauh itu pula belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah setempat.
“Sudah dari 2014 pak dan sejauh ini belum ada perhatian dari Pemerintah. Untuk tahun 2016 sekarang ini saja, air bersih kami sudah beli dari bulan April lalu,” tandasnya kepada wartawan.
Ia berharap, Pemerintah membantu mereka dengan pembangunan embung atau bak penampung agar bisa membantu mengurangi beban mereka.
“Ada sumber air hanya debitnya berkurang terlebih dimusim panas seperti ini, air tidak ada sama sekali,” ungkap Helena. (Lius)

Post a Comment