Polisi Australia ungkap Jessica Kumala Wongso tebar ancaman ke mantan pacar
LENSAINDONESIA.COM: John Jesus Torres, anggota polisi dari New South Wales, Australia, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Senin (26/9/2016) malam. John memaparkan 14 kasus kriminal yang melibatan Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus ini.
“Terdapat 14 laporan tentang Jessica. Dalam BAP ada 15, tetapi yang satunya terduplikasi yang dimasukkan dua kali. Jadi berdasarkan laporannya sendiri ada 15, tetapi hanya 14 yang dapat dilihat,” katanya.
Torres mengungkap adanya laporan kedua, dengan nomor rujukan E54301476, dilaporkan pada 23 Maret 2014, dimana laporan ini ditangani polisi Sydney yang melibatkan uji nafas acak.
Ia menjelaskan, uji nafas acak merupakan kegiatan operasi yang dilakukan polisi terhadap pengemudi kendaraan bermotor untuk menguji kandungan alkohol pada tubuh pengendara.
“Jessica memiliki kisaran alkohol dalam rentang menengah di dalam tubuhnya. Jessica kemudian diberikan surat panggilan pengadilan karena melanggar undang-undang perhubungan darat dan kemudian SIM-nya ditangguhkan sampai persidangan dilakukan,” kata Torres.
Dia juga menjabarkan adanya laporan-laporan dari mantan kekasih Jessica, Patrick O’Connor. Sang pacar pernah melapor ke Kepolisian New South Wales (NSW) pada November 2015, akibat kejiwaan pacarnya itu membahayakan keselamatannya.
“Tuan O’Connor khawatir terhadap perilaku Nona Wongso. Beliau meminta dijauhkan dari Nona Wongso,” kata Torres.
O’Connor menyatakan putus dengan Jessica berakhir karena masalah kesehatan jiwa yang serius. Keputusan itu malah membuat Jessica meneror O’Connor melalui sms maupun telepon. Juga mengancam teman dan keluarga mantan kekasihnya itu.
“Bahkan menurut Tuan O’Connors, beberapa waktu, Jessica mengancam bahwa ia akan menyakiti dirinya sendiri,” kata John Torres.
“22 November 2015, Tuan O’Connor dihubungi oleh teman perempuannya yang mengatakan bahwa Nona Wongso telah melakukan ancaman melalui Facebook. Nona Wongso mengakui dia telah melakukan upaya untuk menyakiti dirinya sendiri, kemudian dia ditangani polisi dan ambulans pada saat itu,” tutur Torres.
Jessica disebutkan pada 24 November 2015 mengirim 15 SMS dan 9 panggilan telepon kepada teman-teman dan keluarga O’Connor. Di mana 3 dari 9 panggilan tersebut disaksikan oleh polisi.
“Tuan O’Connor takut bahwa Nona Wongso akan menghubungi teman kerjanya. Tuan O’Connor khawatir akan keselamatannya dan teman-temannya karena Nona Wongso tidak stabil,” ungkap Torres.@ant/psk/licom

Post a Comment