Header Ads

Nadia Murad yang pernah jadi korban ISIS, ditunjuk jadi duta besar PBB

LensaIndonesia.com
Nadia Murad yang pernah jadi korban ISIS, ditunjuk jadi duta besar PBB

LENSAINDONESIA.COM: Nadia Murad sempat menjadi korban ISIS ditunjuk jadi Duta Besar untuk Penghormatan Penyintas Perdagangan Manusia, yang berada di bawah Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

“Penunjukkan Murad menandai pertama kalinya seorang penyintas kejahatan diberikan penghargaan ini,” kata PBB.

Nadia yang dinominasikan dalam Penghargaan Nobel Perdamaian berhasil melarikan diri dari kelompok ISIS yang menyanderanya pada 2014. Enam dari saudara laki-lakinya dibunuh, dan Nadia diperkosa dan diperjualbelikan oleh militan ISIS.

“Di bawah kekuasaan mereka, wanita yang ditangkap menjadi sasaran jika ketahuan mencoba melarikan diri. Dia dimasukkan ke dalam sel penjara dan diperkosa oleh semua pria yang ada di kamp. Saya diperkosa berkelompok,” kata perempuan 23 tahun itu mengutip BBC.

Sejak berhasil melarikan diri, dia memberikan advokasi untuk mengakhiri perdagangan manusia.

“Tugas Murad sebagai duta besar PBB akan fokus pada inisiatif advokasi dan meningkatkan kesadaran atas situasi buruk yang dialami oleh korban-korban yang jumlahnya tak terhitung, khususnya para pengungsi, kaum wanita, dan anak-anak perempuan,” kata PBB.

Upacara pelantikannya di PBB akan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon, Duta Besar AS Samantha Power, dan pengacara Murad, Amal Clooney.@licom

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.