Militer Filipina Bersama MNLF Bebaskan 3 WNI Sandera Abu Sayyaf

KOLABORASI: Pimpinan MNLF Nur Misuari (empat dari kanan), Theodorus Kopong Koten (bertopi JKT48), Emanuel Arakian Maran, Laurensius Lagadoni Koten, dan Kjartan Sekkingstad di markas MNLF, Indanan, Sulu (18/9). NICKEE BUTLANGAN/AFP PHOTO
KENDARIPOS.CO.ID,FILIPINA—Hari-hari panjang nan melelahkan itu berakhir sudah. Theodorus Kopong Koten, Emanuel Arakian Maran, dan Laurensius Lagadoni Koten berhasil dibebaskan dari sandera Abu Sayyaf. Setelah 70 hari dalam penyekapan, kemarin (18/9) warga negara Indonesia (WNI) itu berhasil dibebaskan militer Filipina.
Mereka adalah anak buah kapal pencari ikan yang disandera mulai 9 Juli lalu. Mereka telah diserahterimakan oleh Kementerian Pertahanan Thailand kepada Menhan Ryamizard Ryacudu.
“Pembebasan sandera ini adalah tidak lanjut dari pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte beberapa waktu lalu,” kata Ryamizard beberapa saat setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dari Filipina tadi malam.
Dengan demikian, masih ada enam WNI yang disandera Abu Sayyaf. Mereka adalah awak kapal TB Charles yang diculik pada 23 Juni lalu. Yaitu Ferry Arifin, Muh. Mahbrur Dahri, Edi Suryono, Muh. Nasir, Herman bin Manggak, dan Robin Piter.
Menurut Ryamizard, selain tiga WNI, seorang warga Norwegia bernama Kjartan Sekkingstad juga berhasil dibebaskan. Pembebasan itu dilakukan tentara Filipina yang bekerja sama dengan Moro National Liberation Front (MNLF).
Militer Filipina semakin menekan Abu Sayyaf dengan pengerahan pasukan besar-besaran. Jika sebelumnya hanya 10 ribu, kali ini Filipina mengerahkan 22 ribu pasukan. Jumlah itu belum termasuk pasukan MNLF yang mencapai belasan ribu orang.
Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Filemon Tan menyatakan, sandera tersebut dibebaskan di Indanan, Sulu. Mereka diserahkan kepada pihak MNLF setelah proses negosiasi yang dipimpin Jenderal MNLF Tahil Sali berhasil. Para sandera yang berhasil dibebaskan kemudian diterbangkan ke Zamboanga.
Kapan tiga WNI itu dipulangkan? Ryamizard mengatakan, mereka segera dipulangkan. Tapi, dia belum bisa memastikan waktunya. Saat ini masih ada lima sandera yang jadi tawanan Abu Sayyaf. Kabarnya, ada satu sandera lagi yang akan dibebaskan.
Ryamizard menegaskan, pembebasan sandera murni kerja keras pemerintah Filipina. Pihaknya, lanjut dia, tidak mengeluarkan uang tebusan untuk membebaskan sandera. “Kita tidak akan tunduk kepada mereka (Abu Sayyaf),” tegas dia. (bil/lum/c9/ang)

Post a Comment