Ekspedisi Maut Para Pemburu Paus
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
Ekspedisi Maut Para Pemburu Paus
Judul :
In the Heart of the Sea
Sutradara : Ron Howard
Tahun :
2015
Durasi :
121 Menit
Genre :
Drama dan Petualangan
Pada awal abad 18, dunia dikejutkan dengan penemuan minyak ikan Paus yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk, terutama makanan, kosmetik, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal ini membuat minyak ikan Paus menjadi perburuan pokok bagi masyarakat Eropa. Mereka berbondong-bondong menjelajah lautan demi menemukan minyak ikan Paus, tak terkecuali perusahan pelayaran ‘Nentucket’.
Pada awal abad 18, dunia dikejutkan dengan penemuan minyak ikan Paus yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk, terutama makanan, kosmetik, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal ini membuat minyak ikan Paus menjadi perburuan pokok bagi masyarakat Eropa. Mereka berbondong-bondong menjelajah lautan demi menemukan minyak ikan Paus, tak terkecuali perusahan pelayaran ‘Nentucket’.
Awal
mulanya, para petinggi Nentucket menunjuk George Pollard (Benjamin Walker)
sebagai kapten kapal. Ini terjadi lantaran Pollard berasal dari keluarga
pemimpin perusahaan pelayaran. Namun, ia dinilai minim pengalaman karena tak
pernah ditunjuk sebagai kepala pelayaran. Padahal saat itu terdapat Owen Chase
(Chris Hemsworth) yang pernah menjadi asisten kapten. Keduanya bersaing untuk
mendapatkan simpati di mata awak kapal.
Pollard
dan Chase sering berbeda pendapat, terutama mengenai ke mana arah kapal
berlayar. Misalnya ketika badai menghadang, menurut Pollard kapal akan mampu
melewati badai. Sebaliknya, Chase bersikukuh agar kapal berbalik arah karena ia
yakin badai akan menerjang kapal dengan keras. Pendapat Chase pun terbukti, kapal
pun tak kuat menahan badai. Untungnya, ia bergegas mengambil alih kemudi kapal.
Kemudian,
mereka berlayar menuju laut Pasifik Utara yang menjadi tempat para nelayan
biasa berburu Paus. Di sana, mereka tidak mendapati Paus sesuai target. Alasannya,
penemuan Paus semakin sulit karena banyak diburu manusia.
Akhinya
mereka sepakat untuk menuju laut Pasifik Selatan, suatu tempat yang tidak
pernah didatangi oleh manusia. Kabar lain mengatakan tempat tersebut juga
tempat berkumpulnya Paus. Namun, mereka malah mendapat kejadian yang tak
diinginkan. Kenyataannya, tim pemburu tersebut dihadang oleh Paus raksasa yang berakibat
pada hancurnya kapal.
Sebagian
awak kapal yang selamat dari hadangan Paus terombang ambing dalam tempo kurang
lebih 90 hari. Selama itu, mereka bertahan hidup di lautan dengan kondisi tanpa
kapal dan berbekal sedikit makanan. Beberapa keputusan sulit terdesak diambil,
semisal berundi untuk menentukan siapa yang harus bunuh diri demi mengurangi
beban. Puncaknya, mereka juga terpaksa melakukan praktik kanibalisme untuk
melanjutkan hidup.
Diangkat
dari kisah nyata, film Hollywood yang berjudul In the Heart of the Sea ini bercerita tentang perjalanan kapal
ekspedisi pemburu Paus bernama Whaleship
Essex dengan latar belakang tahun 1820.
Sang penulis, Peter Morgan dan Charlees Leavitt, mengadaptasi dari karya
Herman Melville berjudul Moby Dick
yang terbit pada tahun 1851.
Sinematografi
yang menakjubkan membuat film ini patut untuk ditonton. Totalitas para aktor
dalam memainkan peran, terutama saat bertahan hidup dengan kondisi badan yang
kurus, menambah kesan luar biasa. Terlebih, sang sutradara Ron Howard, mampu menghadirkan narasi kuat dalam film tersebut.
Lihat review-nya di sini:
[embedded content]
AKK


Post a Comment