Header Ads

Eks Ketua Umum PWI Pusat Tutup Usia

siwalimanews.com
Eks Ketua Umum PWI Pusat Tutup Usia

Ambon - Insan pers di Indonesia Jumat (9/9) berduka. Salah satu tokoh pers Indonesia, yang juga eks Ketua Umum PWI dua periode, Tar­man Azzam meninggal dunia. Lulusan Doktor Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada ini, menghembuskan nafas terak­hirnya Pukul 09.15 WIT di Ambon. Diduga Tarman meninggal karena serangan jantung.

Tarman berada di Ambon sejak Kamis (8/9), ia menghadiri Pesta Teluk dan Launching Hari Pers Na­sional (HPN)  2017 yang berlang­sung di Lapangan Upacara Polda Maluku.

Kepada Siwalima, anggota De­wan Penasehat PWI Pusat, M Nuh Hatumena menjelaskan, ayah satu anak ini sempat mengeluh keca­pean karena belum tidur semalam, di kamar 300 Hotel Manise.

Menurut Hatumena, almarhum sempat menelepon istrinya dan menyampaikan kondisinya. “Saya sebagai teman, merasakan kehila­ngan. Pers di Indonesia telah kehi­langan tokoh, karena dialah tokoh yang memimpin pers ke era refor­masi. Jujur saja, tadi beliau telepon istrinya bilang, ma saya sakit. Doain deh biar sampai Jakarta da­lam keadaan sehat walafiat. Saya juga sempat bicara dengan istri­nya, kita akan ke Jakarta 4 atau 5 jam lagi. Saya juga sempat tawar­kan lebih baik ke rumah sakit. Ia bahkan sempat kirim salam ke pak gubernur dan teman-teman panitia,” ungkap Hatumena.

Diakuinya, sebelum almarhum menghembuskan nafas terakhir, sekitar Pukul 07.00 WIT, dirinya masih sempat membuat teh untuk almarhum.

“Sekitar pukul 07.00 WIT, saya masih buatin teh untuk beliau. Pak Suadi Marasabessy telefon mau ajak minum kopi. Setelah sampai hotel, pak Suadi ketuk pintu dan mengatakan almarhum telepon katanya sakit. Saya sempat me­ngoleskan balsem di badan be­liau,” beber Hatumena.

Dikatakan, setelah pak Suadi da­tang, mereka sempat mengobrol, Hatumena sempat menanyakan kondisi almarhum, namun alamar­hum hanya keluhkan tidak tidur semalaman. Tiba-tiba sekitar pukul 08.00 WIT lebih, alamarhum me­nuju toilet dan meyakinkan rekan-rekannya, bahwa ia dalam kondisi yang baik.

“Pak Suadi datang, kita ngobrol. Almarhum sama sekali tidak ada tanda-tanda sakit yang ditunjukan. Hanya saja beliau mengatakan tidak tidur semalaman. Saya sem­pat menanyakan apa perlu di pang­gil teman-teman PWI pusat, beliau menjawab, tidak usah, saya tidak apa-apa, hanya kurang tidur saja, udah nanti kita istirahat di Jakarta saja. Itu kata beliau, karena me­mang diagendakan beliau akan pulang ke Jakarta hari ini, tiba-tiba beliau berdiri untuk ke toilet, jam 8 lebih, saya sempat menanyakan , “bisa kuat jalan tidak.  Kata beliau “ohh bisa”, dan beliau jalan seperti biasa,” jelasnya.

Namun rupayanya kata Hatu­mena, alamarhum berdiri dari toilet dan sempat memegang pega­ngan besi di toilet, dan pegangan besi itu patah dan almarhum langsung terjatuh.

“Saat beliau terjatuh, saya masuk dan melihat beliau tidak sadarkan diri, saya teriak pak Suadi, saya sem­pat memberi pertolongan dengan menekan dada dan berikan nafas buatan sekitar jam 8.30-an, sempat ada respon, namun itu hanya mena­rik nafas panjang, dan tidak ada respon lagi, sehingga kami bawa ke Rumah Sakit Tentara,” jelasnya.

Saat itu juga lanjut Hatumena, almarhum di bawa ke Rumah Sakit Tentara dr Latumeten. Se­sam­painya disana, almarhum dita­ngani oleh dokter Deasy Christina Utami yang bertugas saat itu di IGD.

Menurut Wakarumkit Latumeten, Letkol Wahyu Triyanto, almarhum dinyatakan tidak sadarkan diri, pukul 08.30 WIT. Pihak rumah sakit lalu memberikan penanganan CTR kepada alamarhum, namun tidak ada tanda-tanda nadi dan nafas, sehingga dinyatakan meninggal Pukul 09.15 WIT sesuai dengan rekap medis.

“Menurut Dokter yang menangani beliau, dari awal di bawa ke rumah sakit, pasien sudah tidak menunju­kan tanda-tanda ada nafas dan de­nyut. Di duga kuat korban meninggal akibat serangan jantung. Karena menurut keluarga saat ditanya via telepon oleh rekannya, ternyata korban mempunyai riwayat penyakit diabetes dan hypertensi,” katanya.

Meninggalnya Tarman yang saat ini juga sebagai Wakil Ketua Alumni Lembaga Pertahanan Nasional dan Widyaswara Lemhanas, membuat pejabat Daerah Maluku kaget, hi­ngga Gubernur Maluku Said Assagaff pada Pukul 10.15 WIT mendatangi rumah sakit.

Ia didampingi Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Donny Monardo, Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Kesehatan Maluku Meykal Pontoh, Kepala Dinas Sosial Maluku Sartono Pining, dan beberapa staf.

“Kita semua terkejut ketika men­dengar beliau meninggal di hotel. Pak Tarman saya undang kemari untuk melaksanakan launching Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus menyaksikan pesta Teluk Ambon. Saat di atas panggung beliau banyak bercerita tentang bagusnya kegiatan hari pers nasional, dan berupaya untuk mengsukseskan kegiatan ini,” kata Gubernur.

Atas nama Pemerintah Daerah Maluku dan keluarga, Gubernur menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

“Tentu saja kami berharap smua pihak dapat mendoakan beliau semoga di beri tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi ketabahan. Saya juga meminta ada yang mewakili dari Pemprov Maluku dan Ketua PWI Maluku untuk bisa mengantarkan jenasah beliau ke bandara. Di Jakarta juga akan disiapkan penjemputan oleh Per­wakilan Daerah Pemprov Maluku,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Ketua PWI MaLuku Fredom Toumahuw menyatakan dukacita yang mendalam atas nama insan pers di Maluku.

“Kami merasa kehilangan tokoh, seorang wartawan senior seorang bapak, dan kakak, yang begitu memperhatikan Maluku terutama insan pers di Maluku,” katanya.

Menurutnya akan ada proses penerimaan jenazah di Jakarta, nantinya jenazah almarhum akan di terima oleh keluarga dan Ketua PWI Pusat Margiono, bersama dengan dewan pers.

Sebelum di bawah ke bandara, jenasah di sholatkan oleh Ustad HRR Hassanusi selaku Imam Mesjid Raya Alfattah. Tepat Pukul 12.00 WIT peti jenazah berwarna putih itu di masukan kedalam mobil Jenazah TNI dengan plat no 4514 XVI.

Iring-iringan mobil jenazah sam­pai di Bandara Pattimura pukul 12.40 WIT, peti jenazah pun disiapkan untuk dimasukan kedalam cargo Pesawat Garuda dengan penerbangan pukul 14.00 WIT tujuan Jakarta.

Sebelum peti jenazah di ma­sukan ke dalam cargo, sempat Ke­pala Kejaksaan Tinggi Maluku Jan Samuel Maringka, memberikan penghormatan terakhir pada pukul 13.00 WIT, disusul Pangdam XVI Pat­ti­mura Mayjen TNI Donny Monardo dan Danlanut Pattimura ikut serta memberikan penghormatan. (Mg-2)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.