Header Ads

Disiplin Jepang dan Singapura Perlu Diteladani

Portal Berita Sumatera Utara
Disiplin Jepang dan Singapura Perlu Diteladani
Beritasumut.com-Dua orang guru berprestasi di MAN 2 Model Medan, Julianis Clara Debora SS dan Pandapotan Harahap MPd MPFis memberikan motivasi kepada ribuan siswa-siswi MAN 2 di halaman madrasah itu selepas kepulangan mereka dari Jepang dan Singapura.
 
Sebelumnya, Julianis Clara Debora sebagai guru Bahasa Jepang MAN 2 terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Natsu Tanki Kenshuu (Diklat Musim Panas dalam bidang Pengajaran Bahasa Jepang) selama dua bulan (28 Juni s/d 22 Agustus 2016) di kota Kita Urawa, Jepang. Sementara itu, Pandapotan Harahap sebagai Guru Fisika MAN 2 terpilih mengikuti workshop Envisioning Physics Education for the 21 Century di Nanyang Technological University Singapura, 5-6 September 2016 yang lalu.
 
Dalam motivasinya, Julianis memaparkan di hadapan siswa-siswi MAN 2 bahwa Jepang merupakan negara yang patut diteladani karena menerapkan disiplin yang tinggi. "Kedisiplinan masyarakat Jepang terlihat pada komitmen yang tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan dapat dikatakan tong sampah tidak terlihat satu pun di sepanjang jalan. Bagi orang Jepang Sampah dikantongi dan dibawa pulang ke rumah masing-masing," ujar Julianis dilansir dari laman resmi kemenag.go.id, Sabtu (10/09/2016).
 
Julianis menambahkan, disiplin lainnya di Jepang terlihat pada penerapan budaya antre yang teratur, baik di loket stasiun, di lokasi pasar/perbelanjaan, di perjalanan, dan dalam banyak kegiatan lainnya. "Orang-orang Jepang tidak menerobos lampu merah walaupun kondisi jalan dalam kondisi sepi dan tidak ada polisi," tegas Julianis.
 
Sementara itu, Pandapotan Harahap menyampaikan kepada para siswa agar mempersiapkan diri dengan pembiasaan berdisiplin, kualitas keilmuan, dan penguasaan bahasa Inggris yang baik agar bisa go international.Pandapotan menganjurkan agar semua siswa MAN 2 memiliki paspor agar mudah berangkat ke luar negeri, karena MAN 2 telah memiliki program studi banding ke beberapa negara. "Saya juga berharap agar di MAN 2 segera dibentuk Pusat Bahasa (Language Center) sebagai upaya membangun tradisi kebahasaan di MAN 2 dan juga bermanfaat bagi pengembangan bahasa untuk institusi di luar MAN 2," ungkap Pandapotan.
 
Kepala MAN 2 Model Medan Dr H Burhanuddin MPd dalam sambutannya menyatakan rasa bangganya terhadap program yang diikuti Julianis di Jepang dan Pandapotan. "Semoga kegiatan tersebut bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan, upaya menggalakkan penguasaan bahasa asing dan penegakan karakter berdisiplin di MAN 2 Model Medan," jelasnya.
 
Sementara itu, WKM Humas MAN 2 Model Medan Dr Mohammad Al Farabi MAg menambahkan bahwa sebelum Julianis diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti diklat pendidikan musim panas, Jualianis juga telah mengikuti program pertukaran guru ke Jepang dalam program Jenesys pada Januari 2016 yang dirintis atas kerja sama MAN 2 Model Medan dengan lembaga Japan International Cooperation Center (JICE). "Kegiatan ini menekankan pertukaran, informasi pendidikan dan pengalaman guru dalam bidang budaya, sejarah, dan teknologi," pungkasnya. (BS02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.