Direktur Rumah Sakit Jiwa Jadi Staf Ahli Politik
KENDARIPOS.CO.ID, KENDARI- Komposisi jabatan dalam pemerintahan Gubernur Sultra, H. Nur Alam kembali berubah. Empat jabatan eselon II kini punya pimpinan baru. Dari empat pejabat baru, hanya dr. Muhammad Yusuf Hamra dipromosikan naik jabatan. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bahteramas itu dipercaya menggantikan posisi dr. Razak pada level Direktur pada rumah sakit milik Pemprov tersebut.
Sementara tiga jabatan lainnya hanya terjadi pergeseran termasuk mengisi posisi kosong. Posisi dr. Razak digeser menjadi Direktur RSJ Sultra. Pejabat lama, dr. Ridwan menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum yang lowong sejak ditinggalkan La Ode Muhammad Radjiun Tumada. Selain tiga jabatan tersebut, gubernur juga menunjuk Kepala Badan Ketahanan Pangan, Yesna Suarni sebagai Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura (Disbunhol) pasca Ir. Bambang dilantik menjadi Dirjen Perkebunan pada Kementerian Pertanian (Kementan).
Pergantian jabatan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 565 yang ditandatangani gubernur tanggal 26 September. Meskipun terdapat empat jabatan yang digeser, namun hanya dua pejabat yang dilantik. Pasalnya, jabatan Direktur RSUD dan Kepala Disbinhol hanya dijabat dengan status pelaksana. Pelantikan pejabat baru di lingkup Pemprov Sultra dipimpin Wakil Gubernur, H.M. Saleh Lasata di Sekretariat Provinsi Sultra, Rabu (28/9).
“Pergantian jabatan dalam organisasi pemerintahan merupakan sesuatu yang biasa dan wajar. Tidak hanya bagian dari penyegaran, namun memberi kesempatan bagi aparatur negara yang telah memenuhi syarat mengabdikan diri sambil menunjukan kemampuan,” kata Saleh. Makanya, ia menepis anggapan bila pergantian itu terkait isu-isu negatif.
“Padahal proses seleksinya telah dibahas melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pada pejabat baru, untuk segera menyesuaikan diri dengan jabatannya. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Terutama jabatan direktur RSUD Bahteramas yang berhubungan dengan pelayanan publik. Begitupun dengan pejabat lainnya seperti Plt Kepala Disbunhol, Yesna Suarni. Paling tidak bisa membagi waktu agar program kerja yang ditinggalkan pejabat sebelumnya bisa dirampungkan,” pesan jenderal purnawiran TNI-AD tersebut. (amal fadly)


Post a Comment