Awas, Pertalite Oplosan Beredar di Ambon!
Ambon - Akibat menjual BBM jenis pertalite oplosan, sejumlah warga Kota Ambon ngamuk di SPBU Kebun Cengkih, Jumat (23/9).
Pantauan Siwalima, di lokasi kejadian sekitar pukul 09.30 WIT terlihat beberapa warga mendatangi SPBU Kebun Cengkih dengan melakukan aksi protes kepada operator SPBU tersebut, karena mesin kendaraan mereka mengalami kerusakan akibat pertalite oplosan tersebut.
Zulkifli Latupono, salah satu pengendara sepeda motor dengan nomor polisi DE 3649 LK, mengaku sejak pagi hari mesin sepeda motornya tidak mengalami gangguan, namun beberapa jam kemudian mesin motornya tiba-tiba saja berhenti, dan ternyata pertalite yang dipakai adalah oplosan.
“Saya juga heran kenapa tiba-tiba motor saya bisa mogok, padahal tadi saya keluar dari rumah tidak apa-apa. Ketika saya pergi ke bengkel, untuk mengecek motor saya ternyata dari bengkel mengatakan bahwa pertalite yang saya pakai itu oplosan sehingga membuat kerusakan mesin motor saya,” ungkapnya.
Dengan nada tegas, ia juga meminta ganti rugi kepada pihak SPBU sebab mesin sepeda motornya mengalami kerusakan dan hingga saat ini kendaraan miliknya sementara berada di bengkel.
Sementara itu, di tempat yang sama perwakilan pengelola SPBU Kebun Cengkih Lisa Salampessy mengatakan mereka tidak tahu bahwa ada pemasukan pertalite oplosan. “Memang sudah seminggu pertalite habis, dan baru saja masuk. Tapi tidak tahu kalau stok yang masuk adalah oplosan sehingga kami benar-benar tidak mengetahuinya,” kata Salampessy.
Ketika ditanyalebih jauh, ia tidak ingin berkomentar banyak karena memang sebagai pengelola mereka tidak mengetahui hal tersebut. Namun ia menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini agar bisa mengetahui siapa pelaku kasus ini.
Kepala Pertamina Cabang Ambon Tiara Thesaufi ketika dikonfirmasi Siwalima dirinya tidak mengetahui bahwa ada penjualan pertalite oplosan sehingga itu ia meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti untuk diproses hukum.
Di tempat terpisah, hasil pemantauan Siwalima dibeberapa SPBU memang terlihat BBM jenis solar juga mengalami kekosongan stok namun sudah bisa terisi pada siang hari. Sementara stok pertalite dibeberapa SPBU seperti pohon pule baru masuk pada pukul 15.00 WIT .
Polisi Periksa
Sementara itu, penyidik Polres Pulau-pulau Ambon dan Pulau Lease saat ini telah memeriksa sejumlah pihak yang diduga turut terlibat dalam peredaran pertalite oplosan dimaksud. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dengan mendengar keterangan korban dan saksi. Dugaan sementara pertalite ini dicampur dengan air, dilihat dari sample pertalite yang diambil dari kendaraan para korban,” jelas Kaur Pembinaan Operasi Satreskrim Polres Pulau Ambon Ipda Semmy Leimena kepada wartawan di Mapolres, Jumat (23/9).
Dikatakan, sejumlah korban telah berdatangan ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk melaporkan kerugian berupa kerusakan kendaraan.
Para korban diantaranya Marchiaano Titiaty (mobil All New Avanza DE 114 NO), Oni Saiya (Avanza DE 1816), Robert Kdise (Yamaha Vixion DE 5136 AJ), Nyong Kadir (Avanza DE 1106 AF), Simon Satumalay (Kijang Inova DE1471 AC), Johanes Pattihahuan (Motor DE 4711 LB), dan Jasman (Motor DE 4457 AE).
“Para korban datang untuk mendapat kejelasan soal pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang mereka alami,” katanya.
Menurutnya, pertalite untuk SPBU Kebun Cengkih dipasok dengan mobil tanki dengan nomor polisi B 9517 BFE yang dikemudikan oleh Alexander Siahaya. Mobil ini tiba di SPBU sekitar pukul 08.50 WIT dan diterima oleh Sukran Patty (41) selaku karyawan SPBU.
Leimena menjelaskan, polisi sudah melakukan langkah pembuktian berupa membandingkan sample warna dari pertalite yang normal dengan pertalite oplosan yang diambil dari semua kendaraan korban. Pertalite yang normal berwarna bening kebiru-biruan, sedangkan pertalite oplosan dari kendaraan korban berwarna kuning kemerah-merahan. (Mg-2)

Post a Comment